Muhammad Khan dalam Kucumbu Tubuh Indahmu (fourcolours films)
Muhammad Khan dalam Kucumbu Tubuh Indahmu (fourcolours films)

Garin Nugroho Tanggapi Petisi Boikot Film Kucumbu Tubuh Indahku

Hiburan film indonesia garin nugroho kontroversi film Indonesia
Purba Wirastama • 25 April 2019 18:06
Jakarta: Kucumbu Tubuh Indahku, film terbaru Garin Nugroho tentang perjalanan hidup penari lengger, mendapat penolakan lewat petisi online setelah dirilis di bioskop akhir pekan lalu. Sutradara-penulis Garin Nugroho angkat bicara dan menyebut petisi ini sebagai anarkisme massal yang "mematikan daya pikir terbuka serta kualitas warga bangsa".
 
Petisi online itu di dimuat change.org dan sudah didukung oleh 70-an ribu pengguna lain selama empat hari terakhir. Sebagian besar pendukung petisi dapat dipastikan belum menonton film ini karena menurut data box office terakhir, capaian penjualan tiketnya kurang dari 10 ribu lembar. Jumlah layar bioskopnya pun terbatas.
 
Inisiator petisi adalah pengguna bernama alias Budi Robantoro, yang menolak Kucumbu Tubuh Indahku tayang di bioskop. Budi tidak menuliskan alasan spesifik kenapa menolak film itu, tetapi hanya menyebutnya sebagai "film LGBT".
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Gawat! Indonesia sudah mulai memproduksi film LGBT dengan judul Kucumbu Tubuh Indahku. Sutradara Garin Nugroho. Ayo ramaikan kita tolak film ini diputar di bioskop! Naudzubillah. Ayo kita boikot! Silakan klik di YouTube untuk trailernya," tulis Budi singkat.
 
Siapa yang dituntut?
 
Budi barangkali tidak tahu cara kerja film bioskop sehingga dia salah alamat. Budi mengajukan petisi tuntutan tersebut kepada Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), dan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Ketiga lembaga tersebut sebetulnya tidak punya wewenang apapun untuk mengatur peredaran film bioskop.
 
Satu petisi serupa juga dimulai di change.org oleh pengguna bernama alias Rakhmi Masita. Penolakan Rakhmi didukung kurang dari 10 ribu pengguna.
 
Garin Nugroho, sutradara senior di balik film tersebut, memberi tanggapan lewat media sosial. Dalam postingan foto terbaru di Instagram pada Kamis, 25 April 2019, Garin membagi catatan singkat tentang keprihatinannya terhadap petisi penolakan film, yang mana sudah terjadi beberapa kali.
 
Berikut catatan lengkap Garin.
 
"Petisi untuk tidak menonton film 'Kucumbu Tubuh Indahku' lewat ajakan medsos, tanpa proses dan ruang dialog, bahkan tanpa menonton, telah diviralkan di media sosial," tulis Garin.
 
"Penghakiman massal lewat media sosial berkali terjadi pada karya seni dan pikiran atas keadilan. Gejala ini menunjukkan, media sosial telah menjadi medium penghakiman massal tanpa proses keadilan, melahirkan anarkisme massal.
 
"Bagi saya, anarkisme massa tanpa proses dialog ini akan mematikan daya pikir terbuka serta kualitas warga bangsa, memerosotkan daya kerja serta cipta yang penuh penemuan warga bangsa, serta mengancam kehendak atas hidup bersama manusia, untuk bebas dari berbagai bentuk diskriminasi dan kekerasan sebagai tiang utama demokrasi.
 
"Lewat catatan ini, saya ingin menyatakan keprihatinan terbesar atas gejala menjamurnya penghakiman massal tanpa proses dialog dan penegakan hukum berkeadilan. Bagi saya, kehendak atas keadilan dan kehendak atas hidup bersama dalam keberagaman tanpa diskriminasi dan kekerasan, tidak akan pernah mati dibungkam oleh apapun, baik senjata hingga anarkisme massal tanpa proses berkeadilan.
 
"Salam, Garin Nugroho, sutradara film Kucumbu Tubuh Indahku."
 

 

(ELG)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif