The Script (Foto: Instagram @thescriptofficial)
The Script (Foto: Instagram @thescriptofficial)

Album Baru The Script Terinspirasi Oasis

Agustinus Shindu Alpito • 25 Mei 2026 11:04
Ringkasnya gini..
  • Reuni Oasis menjadi inspirasi emosional di balik album baru The Script, The User’s Guide To Being Human.
  • Danny O’Donoghue mengaku tersentuh melihat Noel dan Liam Gallagher berdamai di panggung.
  • The Script tuangkan momen reuni Oasis dalam lagu “The Crowd Was Singing Wonderwall”.
Jakarta: Band pop rock asal Irlandia, The Script, mengungkapkan bahwa reuni Oasis menjadi salah satu inspirasi emosional di balik album terbaru mereka yang bertajuk The User’s Guide To Being Human. Pengakuan tersebut disampaikan langsung oleh vokalis Danny O’Donoghue dalam wawancara dengan kolom Bizarre milik The Sun. (thesun.co.uk)
 
Danny mengatakan dirinya memang tidak sempat menghadiri konser reuni Oasis secara langsung, namun tetap mengikuti momen tersebut melalui siaran video dari rekan-rekannya yang bekerja dalam kru tur band asal Manchester itu.
 
“Mereka menayangkan konser pertama itu secara langsung lewat ponsel untuk saya, dan rasanya luar biasa melihat Noel dan Liam Gallagher berjalan ke atas panggung sambil bergandengan tangan. Bulu kuduk saya langsung berdiri.”

Menurutnya, momen rekonsiliasi Noel Gallagher dan Liam Gallagher memiliki dampak emosional besar bagi banyak orang yang tumbuh bersama musik Oasis pada era 1990-an.
 
“Saya rasa mereka sendiri belum sadar seberapa besar momen itu beresonansi dengan orang-orang seusia saya yang masih menyimpan dendam terhadap seseorang dari masa lalu. Kalau mereka berdua saja bisa berdamai, berarti semua orang juga punya kesempatan.”
 
Pengaruh reuni Oasis tersebut bahkan dituangkan langsung dalam salah satu lagu baru The Script berjudul "The Crowd Was Singing Wonderwall." Lagu itu menjadi trek kedua dalam album terbaru mereka dan berisi lirik yang merefleksikan nostalgia sekaligus harapan untuk berdamai.
 
“Dan kerumunan itu menyanyikan 'Wonderwall,' dan seluruh dunia terasa indah.
Tiba-tiba kami seperti kembali ke tahun 1993, sebelum pertengkaran, sebelum air mata, sebelum kami bertahun-tahun tidak saling bicara. Kalau mereka bisa menyelesaikannya, kenapa kita tidak?”
 
Danny juga menggambarkan suasana emosional ketika dua bersaudara itu kembali tampil bersama hampir dua dekade setelah Oasis bubar pada 2009 akibat konflik internal.
 
“Saya yakin ada banyak saudara yang akhirnya kembali berbicara satu sama lain karena itu. Itu benar-benar momen yang spesial. Ada pria-pria dewasa yang menangis tersedu-sedu.”
 
Di sisi lain, The Script masih berusaha menghadapi kehilangan salah satu personelnya, Mark Sheehan, yang meninggal dunia pada 2023 setelah mengalami sakit singkat. Danny menyebut sosok Mark tetap menjadi bagian penting dari band tersebut.
 
“Dia masih menjadi bagian dari band ini. Kalau kamu tidak menghadapi perasaan itu dalam keadaan sadar, kamu hanya sedang menundanya.”
 
Ia menambahkan bahwa duka atas kepergian seseorang tidak pernah benar-benar hilang, tetapi manusia belajar untuk bertumbuh bersama rasa kehilangan itu.
 
“Kamu tidak pernah benar-benar selesai dengan rasa kehilangan, tetapi kamu belajar untuk tumbuh mengelilinginya.”
 
Meski demikian, Danny mengaku mulai kembali optimistis menatap masa depan, terutama setelah menikah tahun lalu.
 
“Dengan saya menikah tahun lalu, saya mulai bisa melihat ada hal-hal baik di masa depan. Saya optimistis.”
 
The Script pertama kali meraih popularitas global lewat album debut self-titled mereka pada 2008 yang melahirkan sejumlah hit seperti "We Cry", "The Man Who Can't Be Moved", "Breakeven", dan "Before the Worst."
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ASA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA