Barasuara (Foto: dok. Barasuara)
Barasuara (Foto: dok. Barasuara)

Barasuara Kembali lewat "Sementara", Lagu tentang Berdamai dengan Kegagalan

Basuki Rachmat • 13 Juli 2026 21:10
Ringkasnya gini..
  • Barasuara kembali lewat single Sementara, karya baru pertama sejak album Jalaran Sadrah yang mengangkat tema penerimaan dan harapan.
  • Sementara mengajak pendengar berdamai dengan kegagalan, kehilangan, dan kenyataan hidup yang tak selalu berjalan sesuai rencana.
  • Ditulis sejak 2022, Sementara menjadi refleksi perjalanan 14 tahun Barasuara yang tetap menempatkan musik di atas popularitas.
Jakarta: Grup indie rock asal Jakarta, Barasuara, kembali menyapa pendengar lewat single terbaru bertajuk "Sementara". Lagu ini menjadi karya baru pertama yang dirilis sejak album ketiga mereka, Jalaran Sadrah, meluncur pada pertengahan 2024.
 
Ditulis oleh Iga Massardi dan diproduseri oleh Barasuara, "Sementara" dibawakan oleh formasi Iga Massardi (vokal, gitar), Asteriska (vokal), Puti Chitara (vokal), Gerald Situmorang (bas), Tj Kusuma (gitar), dan Marco Steffiano (drum).
 
Mengusung tempo sedang, lagu ini berbicara tentang menerima kenyataan ketika hidup tidak berjalan sesuai rencana.

“‘Sementara’ itu secara lirik intinya adalah kita selalu punya rencana, keinginan, cita-cita atau apa pun itu. Tapi kadang itu enggak berjalan sesuai yang kita harapkan. Kita mengalami kegagalan atau apa pun itu di tengah jalan. Tapi sebetulnya, kegagalan itu tanpa kita sadari di saat terjadi, itu membuka jalan lain yang kita juga belum tahu itu apa,” ungkap Iga dalam keterangan resmi yang diterima Medcom.id.
 
“Intinya tentang itu: mengikhlaskan apa yang terjadi di saat itu, dan berharap sambil berusaha untuk menemukan akhir atau jalan yang lebih baik dari apa yang kita rencanakan," tambahnya.
 
Senada dengan Iga, Asteriska menyebut lagu ini mengajak pendengar untuk berdamai dengan kehilangan dan kekecewaan.
“Penerimaan adalah tahapan akhir dalam proses emosional seseorang setelah harapan yang pupus atau kehilangan. Pada akhirnya manusia mampu merelakan meski butuh waktu. Lagu ini mengajak pendengar untuk percaya bahwa dari duka dan runtuhnya ekspektasi bisa muncul harapan atau kekuatan baru. Bukan penghapusan rasa, melainkan cara baru untuk melangkah," ujar Asteriska.

Ditulis Sejak 2022

Meski baru dirilis tahun ini, perjalanan "Sementara" ternyata cukup panjang. Iga pertama kali menulis draf lagu tersebut pada 2022. Namun, lagu itu belum sempat masuk dalam proses pengerjaan album Jalaran Sadrah. Baru pada awal 2026, ketika Barasuara mulai menyiapkan materi baru, Sementara kembali diajukan dan langsung mendapat sambutan positif dari personel lainnya.
 
“Saat pertama kali dengar, langsung merasa lagu ini catchy banget. Secara lirik, nada dan melodi lebih matang dan dewasa. Musiknya simpel tapi dalam,” kata Puti.
 
Berbeda dengan proses kreatif Barasuara di masa lalu yang dikenal cukup panjang, kali ini pengerjaan "Sementara" berlangsung relatif singkat. Rekaman vokal dan instrumen dilakukan sepanjang April hingga Mei 2026, dengan melibatkan musisi tamu Bass G yang mengisi baritone saxophone dan tenor saxophone, serta Ami Purba pada terompet. 
 
Proses mixing kemudian dikerjakan oleh Stevano, sementara mastering dipercayakan kepada Dimas Pradipta pada Juni 2026.
 
“Kalau zaman dulu, Barasuara bisa berbulan-bulan untuk mengerjakan satu lagu,” kata Gerald, yang selain bermain bas juga mengisi synthesizer dan gitar.
 
Marco pun mengungkapkan pendekatan berbeda yang mereka ambil dalam proses kreatif kali ini.
 
“Memang ingin memaksakan diri untuk enggak terlalu banyak berpikir," tutur Marco.  

Refleksi Perjalanan Barasuara

Setelah 14 tahun berkarya, Barasuara telah melalui berbagai fase dalam perjalanan karier mereka. Salah satu momentum terbesar datang pada 2025 ketika lagu "Terbuang" dalam "Waktu" dan "Pancarona" digunakan sebagai soundtrack film Sore: Istri dari Masa Depan, yang membuat kedua lagu tersebut viral dan membawa Barasuara menjangkau pendengar baru.
 
Bagi Barasuara, "Sementara" juga menjadi refleksi atas perjalanan panjang mereka sebagai band. Meski berharap lagu ini diterima luas, mereka menegaskan bahwa popularitas bukanlah tujuan utama dalam berkarya.
 
“Kami selalu balik ke alasan pertama Barasuara dibikin: karena musiknya. Kalau lagunya viral, kami anggap itu sebagai bonus dari kerja keras. Tapi kalau itu enggak terjadi, kami cuma berharap lagunya akan menemukan tempatnya sendiri, entah kapan itu. Kalau memang belum berhasil, kami tidak menganggap itu sebuah kegagalan. Itu proses saja,” kata Iga.
 
Kini, "Sementara" telah resmi dirilis dan diharapkan dapat menjadi teman bagi para Penunggang Badai (sebutan fans Barasuara) serta siapa pun yang tengah menghadapi masa-masa sulit sambil menantikan album keempat mereka.
 
“Semoga lagu ini bisa dinikmati dan menjadi teman untuk kawan-kawan yang sedang dalam situasi yang tidak sesuai dengan rencana dan cita-citanya,” tutup Tj.
 

 

 

 

 
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA