Pengalaman itu diceritakan Corey saat menjadi bintang tamu dalam program Last Meal di kanal YouTube Mythical Kitchen. Menurutnya, kehidupan Slipknot saat mengikuti rangkaian tur perdana di Ozzfest 1999 jauh dari kata nyaman.
“Bang, kita udah kayak segerombolan tikus liar, bang, sumpah. Gua gak akan pernah lupa,” kenang Corey.
Ozzfest 1999 merupakan tur festival musik metal yang digelar oleh Ozzy dan Sharon Osbourne. Ajang tersebut menjadi salah satu panggung besar pertama yang memperkenalkan Slipknot kepada publik luas.
Uang Habis untuk Sewa Bus
Vokalis tersebut menjelaskan bahwa seluruh uang yang dimiliki Slipknot saat itu dihabiskan untuk menyewa bus tur. Keputusan tersebut terpaksa diambil karena band masih beranggotakan sembilan personel, ditambah tiga kru yang ikut bepergian bersama mereka.Akibatnya, mereka nyaris tak memiliki uang untuk kebutuhan lain. Bahkan, seluruh anggota band masih harus mengangkat dan memasang sendiri peralatan panggung.
"Kita ber-12 di bus itu dan cuma itu satu-satunya cara supaya tur ini bisa jalan. Tapi gara-gara itu, kita benar-benar enggak punya uang sama sekali," akuinya.
Hidup dari Sisa Makanan
Corey juga mengingat bagaimana mereka bertahan hidup hanya dari makanan yang tertinggal di bus. Menurutnya, kendaraan tersebut sebelumnya pernah digunakan oleh Billy Idol, penyanyi rock asal Inggris, dan masih menyisakan satu kantong besar camilan Goldfish."Kita hidup dari segenggam-segenggam camilan Goldfish itu selama berbulan-bulan. Ada juga satu dus air minum,” tambahnya.
Setelah tur berjalan, Slipknot baru mengetahui bahwa penyelenggara menyediakan katering untuk para musisi. Mereka pun berkali-kali mengambil makanan katering dan diam-diam membawanya kembali ke bus sebagai persediaan karena tidak memiliki uang saku harian.
"Jadi kami bolak-balik, kami memang parah banget, kami bolak-balik berkali-kali, mengambil makanan katering dan menyelundupkannya kembali ke bus... Kami tidak mendapat uang saku harian," kenang Corey.
Jika mereka mendapat bayaran usai mengisi panggung, kemungkinan besar pemasukan tersebut akan dihabiskan untuk rokok atau alkohol.
“Dan kalau kami memang dapat uang, kami yang merokok langsung bilang, ‘Kita butuh rokok.’ Ngerti, kan? Lalu kami yang minum-minum, langsung bilang, ‘Aku butuh bir.’ Ngerti, kan?” tuturnya.
Jual Tiket demi Beli Makan
Kesulitan finansial itu bahkan membuat Slipknot melakukan cara lain agar tetap bisa bertahan. Corey mengaku pihak penyelenggara memberikan sejumlah tiket tamu gratis di setiap konser.Mereka kemudian meminta salah satu kru menjual tiket tersebut secara ilegal di area parkir, lalu menggunakan hasilnya untuk membeli makanan.
"Jadi, mereka biasanya memberi kami sejumlah tiket per pertunjukan untuk para tamu, kan? Kami lalu mengirim salah satu anggota kru kami untuk menjual tiket-tiket itu di area parkir, dan kami menggunakan uang hasil penjualan itu untuk beli makan," ceritanya.
Kini, Slipknot telah berkembang menjadi salah satu band metal terbesar di dunia. Band asal Des Moines, Iowa, tersebut telah merilis tujuh album studio dan dikenal lewat lagu-lagu seperti “Duality”, “Psychosocial”, “Wait and Bleed”, serta “Snuff”.
Slipknot digawangi Corey Taylor, Shawn Crahan (Clown), Mick Thomson, Jim Root, Sid Wilson, Alex Venturella, Michael Pfaff (Tortilla Man), Eloy Casagrande, serta seorang pemain sampler yang identitas panggungnya tidak dipublikasikan.
Band ini pernah tampil sebagai headliner pada gelaran Hammersonic 2023 di Pantai Carnaval, Ancol, Jakarta Utara. Kehadiran mereka dinilai spesial karena Indonesia menjadi satu-satunya negara di Asia Tenggara yang mereka singgahi.
(Nyimas Ratu Intan Harleysha)
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda