Rony Parulian (Foto: dok. YGKSMstudio)
Rony Parulian (Foto: dok. YGKSMstudio)

Perjalanan Rony Parulian Memahami Kehidupan di Album Dunia dan Seisinya

Basuki Rachmat • 03 September 2026 14:14
Ringkasnya gini..
  • Rony Parulian merilis album kedua Dunia dan Seisinya berisi 10 lagu yang merekam perjalanan hidup dan perkembangan dirinya sebagai musisi.
  • Dunia dan Seisinya menunjukkan kematangan Rony Parulian lewat proses kreatif terencana serta kolaborasi dengan sejumlah musisi dan produser.
  • Lewat Dunia dan Seisinya, Rony Parulian ingin pendengar menemukan cerita dan pengalaman mereka sendiri di balik 10 lagu dalam album tersebut.
Jakarta: Setelah sukses lewat album debut Rahasia Pertama pada 2025, penyanyi sekaligus penulis lagu Rony Parulian kembali melanjutkan perjalanan musiknya lewat album studio kedua bertajuk Dunia dan Seisinya yang dirilis melalui label Universal Music Indonesia.

Album yang berisi 10 trek ini menjadi penanda perkembangan Rony sebagai seorang singer-songwriter. Tak hanya dari sisi musikal, album tersebut juga memperlihatkan proses kreatif yang lebih matang dan terarah dibandingkan karya-karya sebelumnya.

Rony mengungkapkan bahwa proses pengerjaan Dunia dan Seisinya telah dipersiapkan sejak jauh-jauh hari. Bahkan, ia sudah menentukan judul untuk setiap lagu sebelum materi musiknya rampung.

"Album kedua ini kayak semua itu sudah sangat-sangat dipersiapkan gitu. Bahkan dari semua track tuh aku sudah tulis judul-judulnya. Jadi sebelum lagu-lagu itu sudah jadi, si judulnya itu sudah ada duluan di catatan buku pribadi aku, kurang lebih kayak gitu," tutur Rony Parulian saat ditemui Medcom.id di Krapela Live Row 9, Jakarta Selatan.

Tak berhenti pada tahap konsep, Rony juga terlibat langsung dalam penulisan seluruh materi yang terdapat di album keduanya. Ia mengerjakan lagu-lagu tersebut bersama sejumlah musisi dan produser, di antaranya Lafa Pratomo, Petra Sihombing, Rendy Pandugo, Krisna Trias, serta sejumlah kolaborator lainnya.

1000155067(1)
Rony Parulian bersama produser musik Krisna Tias, Rendy Pandugo, dan Lafa Pratomo (Foto: Medcom/Basuki)

Keterlibatan tersebut membuat proses kreatif Dunia dan Seisinya terasa semakin personal bagi Rony. Ia mengaku sudah memiliki gambaran mengenai cerita yang ingin disampaikan sehingga proses pengerjaan bersama para produser pun dapat berjalan lebih lancar.

"Jadi pengerjaannya pun enggak terlalu yang mikir banget karena kita sudah prepare dan sudah ada bahan gitu apa yang kita mau ceritakan gitu. Jadi pas gue ketemu sama bapak-bapak produser, semua langsung kita gas gitu," lanjutnya.

Sepuluh lagu dalam album ini kemudian hadir dengan karakter masing-masing, tetapi tetap berada dalam benang merah musik pop-rock alternatif. Perbedaan pendekatan dari setiap kolaborator justru membuat Dunia dan Seisinya memiliki warna yang beragam.

Bagi Rony, album ini tidak sekadar menjadi kumpulan lagu baru. Dunia dan Seisinya juga merekam perjalanan dirinya dalam memahami kehidupan, sekaligus proses bertumbuh sebagai musisi.

“Aku ingin album ini terasa seperti perjalanan. Bukan cuma perjalanan musik, tapi juga perjalanan sebagai manusia dan sebagai musisi. Ada banyak hal yang aku pelajari selama proses membuat album ini. Ada hal yang sebelumnya belum pernah aku coba, ada cerita yang sebelumnya belum pernah aku berani ceritakan," ungkap Rony.

Melalui album keduanya, Rony berharap pendengar tidak hanya menikmati musik yang ia tawarkan, tetapi juga dapat menemukan pengalaman dan cerita mereka sendiri di dalam setiap lagu.

"Jadi ketika orang mendengarkan album ini, aku berharap mereka bukan cuma mendengar lagu Rony Parulian, tapi juga bisa menemukan bagian dari dunia mereka sendiri di dalamnya,” tutupnya.










 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA