Hengki menghembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Mayapada Hospital Surabaya pada pukul 07.15 WIB. Belum diketahui secara pasti alasan di balik wafatnya pendiri museum tersebut.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Keluarga besar Museum Musik Indonesia berduka. Telah berpulang ke Rahmatullah, Pendiri kami: Bapak Herwanto bin Soewarsono (Pak Hengki),” tulis keterangan resmi akun Instagram @museummusikindonesia.
Jasad Hengki disemayamkan di Rumah Duka Jalan Citarum No. 17, Malang. Setelah itu, jenazah akan dikebumikan di Pemakaman Samaan Malang.
Dedikasi Hengki untuk Museum Musik Indonesia
Dalam keterangan unggahannya, perwakilan museum menyebut bahwa jiwa Museum Musik Indonesia ada di dalam Hengki. Tak hanya memimpin, ia diketahui melakukan berbagai upaya untuk menyelamatkan potongan sejarah musik agar tak lenyap dimakan waktu.“Bagi kami, beliau bukan sekadar pemimpin, melainkan jiwa dari museum ini. Sosok yang tak kenal lelah mencintai dan menyelamatkan kepingan sejarah musik, baik dari tanah air maupun mancanegara,” kenang pihak museum.
Museum Musik Indonesia menyampaikan rasa terima kasih kepada Hengki yang telah mendedikasikan seluruh hidupnya untuk menyelamatkan dan merawat ingatan musik bangsa serta dunia. Mereka berkomitmen untuk terus menjaga bagian sejarah yang telah dikumpulkan sang pendiri sebagai warisan untuk generasi selanjutnya.
“Terima kasih, Pak Hengki, atas segala keringat dan dedikasi seumur hidupmu dalam merawat ingatan musik bangsa dan dunia. Warisan lintas budaya yang Bapak kumpulkan akan terus kami jaga agar tetap hidup dan bercerita bagi generasi mendatang,” tambahnya.
Mereka turut mendoakan agar Hengki ditempatkan di sisi terbaik Allah SWT serta diampuni segala kesalahannya selama di dunia.
“Selamat jalan, Sang Penjaga Nada. Al-Fatihah,” tutupnya.
Koleksi Hengki di Museum Musik Indonesia
Hengki sebagai Ketua Museum Musik Indonesia disebut telah mengoleksi berbagai bukti perjalanan musik Indonesia sejak tahun 1950-an. Museum yang berlokasi di Gedung Kesenian Gajayana, Kota Malang, Jawa Timur ini menyimpan banyak kepingan sejarah musik.Tujuan Hengki mendirikan Museum Musik Indonesia adalah agar masyarakat dapat menikmati koleksi musik yang ia miliki secara gratis. Ia ingin masyarakat melihat dan merasakan perjalanan musik di Indonesia dari objek medianya, tak hanya sebatas lagu.
Pada tahun 2023, Hengki menyebut ada 45 ribu koleksi yang berada di Museum Musik Indonesia. Puluhan ribu koleksi itu terdiri dari kaset, CD, piringan hitam, majalah, busana hingga sejumlah instrumen musik baik dari musisi terkenal di Indonesia hingga luar negeri.
Pendiri Museum Musik Indonesia mengatakan bahwa tujuan para donatur memberikan koleksi itu supaya ada yang merawat. Sebagian besar para pemilik koleksi itu mengaku sayang bila kaset-kaset tersebut dibuang atau hanya ditimbun, apalagi jika sudah dikoleksi bertahun-tahun.
Museum Musik Indonesia kini telah diakui dan diresmikan oleh Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) RI pada 19 November 2016.
Baca Juga :
Berharap pada Museum Musik Indonesia
(Nyimas Ratu Intan Harleysha)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News