Foto: Metrotvnews.com / Adi Waluyo.
Foto: Metrotvnews.com / Adi Waluyo.

Konser Boomerang dan Power Slaves, Rock n' Roll Tak Ada Matinya

Adi Waluyo • 08 Desember 2014 21:15
medcom.id, Jakarta: Minggu malam (7/12/2014), Jakarta diguncang penampilan dua group rock legendaris Indonesia, Boomerang dan Power Slaves. Sesuai dengan temanya, "Rock 90's - We  Are Still Young", kedua band tersebut sukses menunjukkan kalau mereka masih tetap menggebrak seperti tahun 90-an, saat mereka berjaya di panggung rock tanah air.
 
Ratusan penonton yang memenuhi Albero Cafe di bilangan Tebet, Jakarta Selatan, seolah terhanyut dalam atmosfer musik yang mereka tampilkan. Walaupun Boomerang dan Power Slaves telah berkibar sejak 20 tahun silam, penampilan mereka malam itu menunjukkan kalau rock n' roll memang tak ada matinya.
 
Konser Boomerang dan Power Slaves, Rock n Roll Tak Ada Matinya
Foto: Metrotvnews.com / Adi Waluyo

Acara yang digagas oleh dua organisasi fans kedua band, Boomers dan Slavers, ini cukup membuat haru Andi Babas, vokalis Boomerang. "Saya bangga kepada para Boomers dan Slavers yang membuat acara seperti ini. Saya juga kagum atas antusiasme penonton yang begitu tinggi," ujarnya saat jumpa pers.
 
Dari fans dan untuk fans. Ya, event ini memang dimaksudkan sebagai dukungan fans pada band-band rock Indonesia era 90-an untuk terus berkarya. Event ini melibatkan komunitas-komunitas fans seperti; Boomers, Slavers, Bekasi Rock Society, Bipers, Godbless Community, Indonesia Rock Community, Komunitas Musik Rock Metal Indonesia, Power Metal Fans Club dan lain-lain.
 
Konser Boomerang dan Power Slaves, Rock n Roll Tak Ada Matinya
Foto: Metrotvnews.com / Adi Waluyo
 
"Melalui penyelenggaraan event Rock 90's, diharapkan dapat membuktikan eksistensi band-band rock Indonesia tahun 90-an. Karena banyak dari mereka, seperti kami ini yang masih semangat dan terus berkarya. Selain itu, kami juga ingin event ini dapat membangkitkan kembali musik rock Indonesia," ujar Heidy Ibrahim, vokalis Power Slaves.
 
Penampilan dua group rock di atas panggung malam itu memang berkelas. Keduanya mampu menyuguhkan sajian musik rock yang berkualitas, khas musik rock era 60-90 an, dimana skill individu setiap anggota band dituntut harus mumpuni. Sound mereka juga bisa disejajarkan dengan band-band rock manca negara.
 
Konser Boomerang dan Power Slaves, Rock n Roll Tak Ada Matinya
Foto: Metrotvnews.com / Adi Waluyo
 
POWER SLAVES.
Power Slaves tampil lebih dahulu dengan membawakan lagu "Sisa". Penonton yang hadir sejak pukul 16.00 WIB, tanpa dikomando sontak ikut bernyanyi bersama Heidy. Disusul dengan mars "Slavers Indonesia" yang membuat suasana cafe bergemuruh oleh suara ratusan penonton.
 
Walaupun rambutnya mulai memutih, vokal Heidy tetap prima. Tak kesulitan ia menjangkau nada-nada tinggi yang jadi trade marknya. Musik Power Slaves yang bernuansa 'sweet metal' sukses mengharu biru penonton dengan nomor-nomor macam; "Find Our Love Again", "100% Rock N' Roll", "Ber217an" dan "Kerockan". 
 
Konser Boomerang dan Power Slaves, Rock n Roll Tak Ada Matinya
Foto: Metrotvnews.com / Adi Waluyo
 
Penampilan duo additional gitaris, Ambang dan Robby, di kubu Power Slaves malam itu cukup mendapat perhatian. Penonton perempuan ramai meneriakkan nama Ambang, saat Heidy memperkenalkan personel band-nya satu persatu. 
 
Tak hanya bermodal keren, Ambang juga piawai memainkan gitar. Riff-riff dan melodi progresif rock-nya mengingatkan orang pada Nuno Bettencourt, gitaris Extreme, apalagi Ambang juga memakai gitar merek Washburn seperti Nuno. Sementara Robby yang bermain ala klasik blues rock, membuat duet gitar itu semakin memperkaya harmoni musik Power Slaves.
 
Konser Boomerang dan Power Slaves, Rock n Roll Tak Ada Matinya
Foto: Metrotvnews.com / Adi Waluyo
 
Sebagai penghormatan pada sesama rocker, Power Slaves membawakan "Pelangi" milik Boomerang. Ternyata suara Heidy sangat pas membawakan lagu itu. Ia pun sedikit 'tak rela' karena itu bukan lagunya. "Maaf ya kalau saya tak begitu bagus menyanyikan lagu ini," ujarnya dengan logat jawa yang kental. Power Slaves pun menutup penampilan mereka dengan "Metal Kecil", sebuah hits dari album pertama mereka yang dirilis 1995.
 
BOOMERANG.
Setelah jeda setengah jam, Boomerang pun naik ke atas panggung. Andi Babas, sang vokalis, berkata ke arah penonton, "Kalau dengar Rock 90-an, langsung ya pikiran kita balik ke zaman sekolah dulu." Lagu-lagu dari band-band rock Indonesia tahun 80 dan 90-an memang menjadi bagian dari masa remaja sebagian besar penonton yang berusia di atas 30 tahun. Saat mereka berkumpul dengan teman-teman, bernyanyi bersama diiringi gitar akustik.
 
Konser Boomerang dan Power Slaves, Rock n Roll Tak Ada Matinya
Foto: Metrotvnews.com / Adi Waluyo
 
Tapi malam ini, Boomerang tidak tampil untuk membawakan balada. Mereka menampilkan rock dengan kecepatan penuh, untuk memompa adrenalin penonton. Tak salah Boomerang memilih Andi Babas untuk menggantikan Roy Jeconiah. Babas, yang mulai bergabung sejak Juni 2013, membuat karakter Boomerang menjadi lebih gahar.
 
Babas pun tak ragu melakukan stage diving saat lagu "Larantuka". Penonton dengan serempak menahan dengan tangan tubuh Babas saat mendarat di atas kepala mereka. Babas diarak dengan selamat kembali ke panggung dan melanjutkan bernyanyi.  
 
Konser Boomerang dan Power Slaves, Rock n Roll Tak Ada Matinya
Foto: Metrotvnews.com / Adi Waluyo
 
Setelah "Tragedi", "Kisah" dan "Larantuka", Boomerang membawakan lagu "Tetap Berdiri". Lagu ini punya arti istimewa buat Henry (bassis) dan Faried (drummer), karena saat album "Reboisasi" hendak dibuat tahun 2012, personel Boomerang tinggal mereka berdua. Tapi mereka terus bertahan dan masih eksis berkarya hingga saat ini.
 
Boomerang terus menghentak Albero Cafe dengan "Embun Pagi", "Ekologi", "Pin Pin Bo" dan "Headphones". Juga sebuah lagu dari album anyar mereka "Harmonis Tidak Seragam". Lagu itu, "Tetapkan Hatimu", diputar secara serentak di lebih 50 stasiun radio secara serentak di seluruh Indonesia beberapa waktu lalu. Sebuah balada yang khas Boomerang dan bisa disejajarkan dengan hit-hits lawas mereka.
 
Konser Boomerang dan Power Slaves, Rock n Roll Tak Ada Matinya
Foto: Metrotvnews.com / Adi Waluyo
 
Kini ganti Boomerang yang melakukan tribut buat Power Slaves. Mereka membawakan "Impian", hits manis dari Power Slaves di album debut mereka "Metal Kecil" tahun 1994. 
 
Panggung Rock 90's ditutup dengan kolaborasi dua band legendaris tanah air ini dengan meng-cover lagu Jimi Hendrix ("Little Wing") dan Led Zeppelin ("Rock n' Roll"). Mereka sukses mengantar penonton pulang dengan rasa puas setelah menikmati suguhan musik rock yang orijinal, berkelas dan bermutu. 
 
Konser Boomerang dan Power Slaves, Rock n Roll Tak Ada Matinya
Foto: Metrotvnews.com / Adi Waluyo
 
Dengan antusiasme penonton dan penggemar musik rock Indonesia yang tinggi, panitia optimis akan menggelar lagi acara Rock 90's dengan menampilkan band-band rock lain. "Kedepannya kita akan adakan di kota-kota lain. Juga akan menampilkan band-band 90-an lain seperti Zamrud, Pas dan sebagainya," ujar Anung, salah satu panitia.
 
Rock 90's tadi malam juga turut dimeriahkan oleh penampilan band-band rock muda seperti Akar Rumput, BlackPepper, D'Fams, Jontral, LoudSpeaker, dan lain-lain.
 
Konser Boomerang dan Power Slaves, Rock n Roll Tak Ada Matinya
Konser Boomerang dan Power Slaves, Rock n Roll Tak Ada Matinya
Konser Boomerang dan Power Slaves, Rock n Roll Tak Ada Matinya
Konser Boomerang dan Power Slaves, Rock n Roll Tak Ada Matinya
Konser Boomerang dan Power Slaves, Rock n Roll Tak Ada Matinya
Konser Boomerang dan Power Slaves, Rock n Roll Tak Ada Matinya
Konser Boomerang dan Power Slaves, Rock n Roll Tak Ada Matinya
Foto: Metrotvnews.com / Adi Waluyo
 

 

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(AWP)




TERKAIT

BERITA LAINNYA