Wijaya 80 (Foto: dok. Wijaya 80)
Wijaya 80 (Foto: dok. Wijaya 80)

Wijaya 80 Rilis "Lagu Kenangan", Terinspirasi Kisah Patah Hati Ardhito Pramono

Basuki Rachmat • 07 Juli 2026 21:16
Ringkasnya gini..
  • Wijaya 80 merilis Lagu Kenangan yang terinspirasi pengalaman Ardhito Pramono melihat mantan kekasih bersama pasangan barunya.
  • Lewat Lagu Kenangan, Wijaya 80 menyampaikan pesan bahwa berbagai bentuk pelarian tidak mampu menghapus luka dan kenangan masa lalu.
  • Video musik Lagu Kenangan direkam sederhana di tengah malam berhujan di Tokyo dan menjadi langkah awal Wijaya 80 menuju album terbaru.
Jakarta: Grup musik Wijaya 80 kembali menghadirkan karya terbaru lewat single berjudul "Lagu Kenangan". Masih konsisten mengusung tema glorifikasi patah hati, lagu ini menyampaikan pesan bahwa minuman beralkohol bukanlah jalan keluar untuk menyembuhkan luka hati.
 
"Lagu Kenangan" menjadi rilisan solo pertama Wijaya 80 sepanjang 2026, setelah sebelumnya mereka merilis karya kolaborasi bersama Sal Priadi dan Arsy Widianto.
 
Menurut Ardhito Pramono, lagu tersebut lahir dari pengalaman pribadinya saat harus melihat mantan kekasih bersama pasangan barunya di sebuah bar.

"Diambil dari kisah gue sendiri sebenernya. Melihat mantan pasangan di sebuah bar, namun dengan orang lain. Ga ada opsi selain tetap tersenyum didepan mereka walaupun ditengah sedih dan haru. Waktu pindah bar dan mencoba minum sebanyak-banyaknya, nyatanya hal itu ga pernah jadi solusi patah hati", ujar Ardhito dalam keterangan resmi yang diterima Medcom.id.
 
Hezky Joe menambahkan bahwa setiap orang memiliki cara berbeda untuk menghadapi patah hati. Namun, menurutnya, apa pun bentuk pelarian yang dipilih tetap tidak akan mampu menghapus kenangan yang pernah ada.
 
"Jadi walaupun berjuta-juta yang kita keluarkan-entah untuk makanan, minuman, atau belanja, tergantung coping mechanism masing-masing-tetap tidak bisa menghapus kenangan yang pernah ada," tambah Hezky.
 
Terinspirasi dari gaya penulisan lagu Jepang yang gamblang, Ardhito dan Hezky mempercayakan Erikson Jayanto sebagai produser tunggal dalam lagu ini. Sentuhan elemen musik khas balada Jepang turut membangun kesan lagu patah hati yang tegas namun tetap sentimental.
 
Proses produksi lagu dilakukan di sebuah sudut apartemen dengan latar pemandangan langit malam Jakarta. Menurut Ardhito, suasana tersebut turut memengaruhi atmosfer yang dihadirkan dalam lagu ini. Sementara itu, permainan gitar nilon lawas pada bagian solo yang dibawakan Hezky menghadirkan kesan sederhana, namun tetap emosional di tengah aransemen pop-balada yang tegas.
 
Hezky mengungkapkan bahwa "Lagu Kenangan" sebenarnya sudah lama tersimpan di arsip karya Wijaya 80. Namun, mereka merasa tahun ini menjadi momen yang paling tepat untuk merilisnya. Terlebih, Juni 2026 juga menandai satu tahun sejak lagu tersebut pertama kali diperkenalkan kepada Wijayanto Wijayanti, sebutan bagi para penggemar Wijaya 80, dalam sejumlah penampilan panggung.
 
Antusiasme para penggemar pun mendorong WIJAYA80 untuk melengkapi perilisan single ini dengan video musik yang direkam di Jepang pada 2025. Video tersebut disutradarai sekaligus disunting oleh Ardhito Pramono, sementara Dudhy Lisatrio bertindak sebagai kameramen.
 
Mengambil latar malam berhujan di Kota Tokyo, video musik "Lagu Kenangan" menampilkan seluruh personel Wijaya 80, dengan Erikson Jayanto sebagai tokoh utama.
 
Seluruh proses pengambilan gambar dilakukan secara sederhana, hanya menggunakan satu kamera dan merekam berbagai sudut kota tanpa banyak rekayasa latar maupun suasana, sehingga menghasilkan visual yang terasa lebih jujur dan intim.
 
"Lagu Kenangan" sekaligus menjadi langkah awal perjalanan Wijaya 80 menuju album penuh terbaru mereka yang dijadwalkan meluncur pada tahun depan.
 

 

 

 

 
 
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA