Jakarta: Presenter Ruben Onsu akhirnya buka suara mengenai rumor yang menyeret namanya dan mantan istrinya, Sarwendah, terkait isu pesugihan di Gunung Kawi yang belakangan ramai diperbincangkan di media sosial.
Isu tersebut kembali mencuat setelah adik Ruben, Jordi Onsu, disebut pernah mengunjungi Gunung Kawi bersama mantan istri Ruben. Di sisi lain, juru kunci Gunung Kawi juga membenarkan bahwa Sarwendah pernah datang ke kawasan tersebut.
Gunung Kawi sendiri dikenal sebagai salah satu lokasi wisata religi yang kerap dikunjungi peziarah. Namun, tempat tersebut juga sering dikaitkan dengan berbagai mitos dan praktik mistis, sehingga kunjungan sejumlah figur publik ke sana memunculkan beragam spekulasi di kalangan warganet.
Menanggapi isu tersebut, Ruben memilih tidak memberikan komentar lebih jauh.
Saat menjadi bintang tamu dalam siniar di kanal YouTube Nanda Persada yang tayang pada Senin, 6 Juli 2026, ia menegaskan bahwa fokus utamanya saat ini adalah memperjuangkan hak asuh kedua putrinya, Thalia dan Thania, serta putra angkatnya, Betrand Peto.
"Gue tidak ada andil untuk jawab itu, karena yang gue fokus adalah tentang hak asuh anak. Jadi gue tidak mau pecah fokus, gue hanya mau andil soal hak asuh anak. Itu saja," ungkap Ruben.
Menurut Ruben, persoalan hak asuh anak jauh lebih penting untuk diperjuangkan dibandingkan menanggapi isu-isu lain yang berkembang di publik. Ia berharap seluruh pihak dapat mematuhi keputusan yang telah ditetapkan melalui proses hukum.
"Karena hak asuh yang gue bahas ini, mau siapa pun yang menang, gue cuma minta patuhi peraturan yang sudah ditentukan. Kita kan bercerai dari pengadilan, ikutin," lanjutnya.
Tak sampai di situ, Ruben juga meluapkan keprihatinannya mengenai pola komunikasi pasca-cerai. Ia menyayangkan sikap pihak seberang yang dinilai kerap melemparkan beban pengambilan keputusan penting kepada anak-anak mereka yang masih di bawah umur.
"Tinggal komunikasi saja ke ibunya, sudah baca kan? Sama ibunya dilempar lagi ke sini, ditanyakan ke anaknya. Anaknya punya persepsi sendiri, jadi gue merasa siapa yang orang tua di sini?" tegasnya.
Menurut Ruben, sebagai orang tua, mereka seharusnya menjadi tameng utama yang mampu mengambil keputusan terbaik dengan bijaksana, bukan malah menyeret anak ke dalam pusaran konflik argumen orang dewasa.
"Betul karena dilempar lagi ke anak. Pertanyaannya adalah apapun yang dinego oleh anak-anak, kita ini orang tuanya yang tidak boleh kalah argumen, tapi dengan cara yang enak. Jadi poinnya, apasih orang gue cuma minta waktu sama anak, segala aib dibahas, segala ini itu, Ya Allah Ya Rabbi," tutup Ruben Onsu.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan