Dalam konferensi pers terbarunya, Min Hee-jin menyatakan bersedia melepaskan hak piutangnya sebesar 25,6 miliar won Korea atau setara dengan Rp300 miliar. Nominal tersebut merupakan dana yang seharusnya ia terima dari HYBE setelah memenangkan gugatan sebelumnya.
Namun, Min Hee-jin mengajukan syarat agar HYBE menghentikan seluruh proses hukum yang sedang berlangsung. Hal ini tidak hanya berlaku untuk dirinya, tetapi juga mencakup seluruh tuntutan hukum yang menyeret NewJeans.
“Mari kita bertemu bukan di ruang sidang, melainkan di ranah kreativitas,” ungkap Min Hee-jin untuk Ketua Dewan Direksi HYBE, Bang Si-hyuk, dikutip dari The Chosun Daily pada Rabu, 25 Februari 2026.
Prioritaskan NewJeans di Atas Materi
Min Hee-jin menegaskan keputusannya untuk memprioritaskan perdamaian di atas materi. Ia rela melepaskan uang Rp300 miliar tersebut demi membebaskan NewJeans dari jeratan gugatan hukum.“Saya telah memutuskan untuk menukar 25,6 miliar korea Won (Rp300 miliar) dari kemenangan gugatan tersebut dengan nilai yang berbeda,” ujar Min Hee-jin.
Ia tidak menampik bahwa uang tersebut bernilai sangat besar dan bisa dimanfaatkan untuk mendukung langkah barunya. Saat ini, Min Hee-jin diketahui menjabat sebagai CEO dari agensi OOAK Records.
“Uang itu juga merupakan sumber daya yang sangat berharga bagi saya yang baru saja memulai babak baru,” tutur Min Hee-jin.
Meski begitu, ia menganggap ada hal yang jauh lebih mendesak dibandingkan menikmati dana tersebut.
“Alasan paling mendesak dari keputusan ini adalah para anggota NewJeans,” ungkap Min Hee-jin.
“Saya mengusulkan agar semua gugatan perdata dan pidana yang sedang berlangsung segera dihentikan dan semua perselisihan diselesaikan,” lanjutnya.
Isi Proposal Perdamaian untuk HYBE
Min Hee-jin telah menyiapkan proposal resmi untuk diberikan kepada HYBE terkait penyelesaian konflik ini.“Proposal ini mencakup tidak hanya diri saya sendiri, tetapi juga penghentian semua tuntutan hukum terhadap anggota NewJeans, perusahaan mitra eksternal, mantan karyawan ADOR, dan bahkan basis penggemar yang telah terluka oleh konflik ini,” jelasnya.
Min Hee-jin berharap HYBE memberikan ruang bagi para anggota NewJeans untuk berkembang. Ia tidak ingin perjalanan karier mereka terhambat dalam mengejar impian masing-masing.
“Tolong ciptakan lingkungan di mana kelima anggota NewJeans dapat berkumpul dengan bebas dan mengejar impian mereka tanpa hambatan. Membuka jalan bagi artis untuk kembali bersinar adalah satu-satunya peran yang seharusnya dijalankan oleh orang dewasa,” pungkas Min Hee-jin.
Sebagai informasi, perselisihan ini bermula pada November 2024 saat Min mengundurkan diri dari ADOR dan menuntut hak jual sahamnya. Meski HYBE menolak membayar dengan alasan pelanggaran kontrak, Pengadilan Distrik Pusat Seoul telah memenangkan Min Hee-jin dan memerintahkan HYBE membayar Rp300 miliar.
Hakim menilai tidak ada bukti kuat bahwa Min Hee-jin mencoba merebut hak manajemen secara ilegal atau melakukan pelanggaran kontrak lainnya. Saat ini, kasus tersebut masih dalam proses banding oleh pihak HYBE.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News