Penampilan istimewa tersebut dibawakan oleh Prince Poetiray dan Quinn Salman, yang sebelumnya dikenal sebagai pengisi suara sekaligus penyanyi untuk film animasi Jumbo.
Dalam aksi panggungnya, mereka berkolaborasi dengan para pemeran anak film Na Willa, yakni Luisa Adreena (Na Willa), Freya Mikhayla (Farida), dan Ibrahim Arsenio (Bud). Momen ini menciptakan pertemuan hangat antara dua semesta cerita animasi.
Sebelum memperkenalkan lagu baru tersebut, Prince dan Quinn mengajak penonton bernostalgia dengan menyanyikan “Selalu Ada di Nadimu”.
Kemeriahan memuncak saat mereka mulai melantunkan “Sikilku Iso Muni” secara penuh yang disambut antusiasme tinggi dari ribuan pengunjung.
Kolaborasi Laleilmanino dan Pesan Imajinasi Anak
“Sikilku Iso Muni” merupakan karya ciptaan Laleilmanino dengan aransemen ringan dan ceria yang mencerminkan imajinasi serta rasa ingin tahu khas dunia anak-anak. Melalui lagu ini, film Na Willa ingin menunjukkan bahwa keseharian sederhana bisa menjadi sesuatu yang ajaib bagi seorang anak.Selain suguhan musik, acara tersebut juga menampilkan official trailer Na Willa yang membawa penonton kembali ke atmosfer Indonesia tahun 1960-an. Para pemain, termasuk Irma Rihi (pemeran Mak), turut hadir dalam sesi bincang-bincang untuk menceritakan proses pembangunan chemistry antar-pemain.
Prince Poetiray menyatakan rasa bangganya dapat menjadi bagian dari momen bersejarah ini. Ia merasa semangat dalam film Na Willa serupa dengan pengalaman awalnya saat menggarap film Jumbo.
“Waktu ikut membawakan lagu ini bareng teman-teman Na Willa, rasanya mengingatkanku ke masa awal aku mengerjakan Jumbo dulu, sama-sama penuh semangat, keceriaan, kehangatan, dan dikerjakan dengan hati. Aku yakin Na Willa juga akan jadi film yang dekat di hati banyak orang,” jelas Prince Poetiray.
Musik sebagai Instrumen Bercerita dalam Film Na Willa
Ryan Adriandhy, selaku penulis dan sutradara, menegaskan bahwa unsur musik adalah instrumen krusial dalam membangun emosi film ini.“Di Na Willa, musik bukan hanya pelengkap, tetapi bagian dari cara kami bercerita. ‘Sikilku Iso Muni’ lahir dari semangat dunia anak-anak yang sederhana tapi penuh imajinasi,” ujar Ryan Adriandhy.
Nuansa Festival Imlek Nasional yang menjunjung tinggi toleransi dinilai selaras dengan nilai-nilai dalam film Na Willa yang memotret kehangatan keluarga di tengah keragaman budaya Indonesia. Antusiasme publik juga terlihat pada fasilitas interaktif seperti booth mewarnai dan Perpustakaan Keliling Na Willa yang bertujuan meningkatkan literasi di ruang publik.
Jadwal Tayang dan Sinopsis Na Willa
Film yang diadaptasi dari novel karya Reda Gaudiamo dan diproduksi oleh Visinema Studios ini dijadwalkan tayang di bioskop seluruh Indonesia pada 18 Maret 2026, bertepatan dengan momen libur Lebaran.Na Willa mengisahkan seorang gadis enam tahun penuh imajinasi yang melihat gang kecil tempat tinggalnya sebagai dunia ajaib. Saat teman-temannya mulai bersekolah, ia belajar bahwa tumbuh dewasa berarti merelakan tanpa kehilangan rasa ingin tahu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News