Gene Hackman dan istrinya, Betsy Arakawa (Foto: Instagram/joshbrolin)
Gene Hackman dan istrinya, Betsy Arakawa (Foto: Instagram/joshbrolin)

Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Ternyata Penyebab Kematian Istri Gene Hackman

Rafi Alvirtyantoro • 08 Mei 2026 15:36
Ringkasnya gini..
  • Infeksi hantavirus yang merenggut nyawa istri Gene Hackman kini teridentifikasi memicu wabah mematikan di sebuah kapal pesiar.
  • Berbeda dengan kasus Betsy yang tertular kotoran tikus, WHO menduga adanya penularan antarmanusia pada wabah di kapal pesiar.
  • Jenis hantavirus yang ditemukan adalah virus Andes asal Amerika Selatan yang berisiko fatal dengan gejala mirip flu dan diare.
Jakarta: Hantavirus, yang kini memicu wabah di sebuah kapal pesiar di Samudra Atlantik, ternyata merupakan jenis infeksi yang sama dengan yang merenggut nyawa Betsy Arakawa, istri mendiang aktor Gene Hackman.

Kronologi Kematian Gene Hackman dan Betsy Arakawa

Melansir dari USA TODAY, Betsy Arakawa dan Gene Hackman ditemukan meninggal dunia di kediaman mereka di Santa Fe, New Mexico, Amerika Serikat, pada Februari 2025.
 
Gene Hackman dinyatakan meninggal karena faktor usia, meskipun pria yang mengembuskan napas terakhir di usia 95 tahun ini memiliki riwayat penyakit jantung dan komplikasi akibat penyakit Alzheimer.
 
Sementara itu, Betsy Arakawa dinyatakan meninggal dunia pada usia 65 tahun akibat sindrom paru hantavirus (hantavirus pulmonary syndrome). Setahun setelah kematiannya, virus tersebut kembali menjadi sorotan setelah mengakibatkan tiga penumpang kapal pesiar MV Hondius meninggal dunia.  

Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar

Menurut laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), total delapan kasus—mencakup lima kasus terkonfirmasi dan tiga kasus suspek—telah dikaitkan dengan wabah di kapal pesiar tersebut. Meskipun penyebabnya sama, terdapat perbedaan signifikan dalam mekanisme penularan antara kasus Arakawa dan kasus di kapal pesiar tersebut.

Hantavirus merupakan kelompok virus yang secara alami menginfeksi hewan pengerat dan sesekali menular ke manusia melalui kontak dengan urine, feses, atau air liur hewan tersebut. Penularan antarmanusia tergolong jarang terjadi, namun pihak berwenang mencurigai adanya kemungkinan transmisi tersebut di antara para penumpang kapal pesiar.  

Temuan Medis dan Investigasi Lingkungan

Berdasarkan data dari Kantor Pemeriksa Medis New Mexico, Arakawa diperkirakan meninggal sekitar 11 Februari 2025. Penyebab resmi kematiannya adalah sindrom paru hantavirus, sebuah penyakit berat dan berisiko fatal yang menurut CDC ditularkan melalui sisa kotoran hewan pengerat.
 
Setelah kematian pasangan tersebut, pemeriksaan lingkungan di kediaman mereka menemukan bukti keberadaan hewan pengerat. USA TODAY melaporkan bahwa adanya kotoran tikus di berbagai bangunan terpisah di properti tersebut, termasuk garasi, paviliun (casitas), dan gudang. Petugas juga menemukan sarang serta tikus yang masih hidup maupun yang sudah mati.
 
Beberapa hari sebelum meninggal, istri Gene Hackman itu sempat terlihat mengenakan masker di tempat umum dan dilaporkan mencari informasi di internet mengenai gejala yang mirip dengan COVID-19 atau flu.  

Potensi Penularan Antarmanusia

Perbedaan utama antara kedua kasus ini terletak pada cara infeksinya. Betsy Arakawa diyakini tertular langsung dari kotoran tikus di rumahnya, sedangkan sebagian penumpang kapal pesiar diduga tertular dari sesama penumpang.
 
WHO menduga bahwa pasangan suami istri asal Belanda di kapal tersebut awalnya terinfeksi saat melakukan ekspedisi alam liar di luar kapal. Namun, Maria Van Kerkhove dari WHO menyatakan dalam konferensi pers pada 5 Mei bahwa infeksi lainnya kemungkinan besar menyebar antarmanusia.
 
WHO mengonfirmasi melalui pengujian laboratorium bahwa jenis hantavirus tersebut adalah virus Andes. Strain ini lazim ditemukan di Amerika Selatan dan diketahui memiliki kemampuan untuk menyebar dari orang ke orang.
 
Gejala pada manusia biasanya muncul dua hingga tiga minggu setelah terinfeksi, meliputi demam, menggigil, nyeri otot, muntah, hingga diare. Dalam kasus yang serius, infeksi ini dapat berujung pada kondisi fatal.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA