Pilihan tersebut diungkapkan Cinta melalui unggahan di akun Instagram pribadinya pada Rabu, 31 Desember 2025. Dalam keterangannya, ia membagikan alasan mengapa memutuskan mengakhiri tahun dengan berdiam diri dan berlatih meditasi selama sepekan.
“Aku memilih menghabiskan 7 hari terakhir di tahun ini dalam keheningan, di sebuah pusat meditasi di Thailand Utara," tulis Cinta dalam keterangan unggahannya di Instagram yang dikutip pada Jumat, 2 Januari 2026.
Aktris berusia 32 tahun itu menegaskan bahwa kegiatan meditasi yang dijalaninya tidak berkaitan dengan agama atau kepercayaan tertentu.
Bagi Cinta Laura, meditasi merupakan kebutuhan dasar manusia untuk melatih pikiran agar mampu menemukan ketenangan dan kebahagiaan dari dalam diri.
“Ini sama sekali nggak ada hubungannya sama agama atau kepercayaan tertentu. Ini soal kebutuhan dasar kita sebagai manusia: belajar bagaimana melatih pikiran supaya bisa merasakan damai dan bahagia dari dalam diri sendiri,” ungkapnya.
Cinta juga menyinggung kehidupan modern yang menurutnya kerap memaksa seseorang untuk terus bergerak cepat, produktif, dan mengejar pencapaian tanpa henti. Dari proses meditasi tersebut, ia justru menemukan makna penting dari berhenti sejenak.
“Di dunia yang selalu menuntut kita buat gerak cepat, harus selalu produktif, ngejar momentum, dan dipaksa buat terus ‘level up’, kita lupa satu hal mendasar: stopping is the key to success,” ujar Cinta Laura.
Meditasi pun menjadi titik balik bagi Cinta untuk kembali memprioritaskan dirinya sendiri. Ia mengaku selama lima tahun terakhir kerap memaksakan diri hingga berdampak pada kondisi mentalnya.
“Setelah lima tahun terus-menerus nge-push diri sendiri, maksain semua hal, dan hidup dengan kondisi mental yang enggak sehat, aku sadar aku perlu pulang kembali ke diriku sendiri,” tuturnya.
Selama menjalani meditasi di Thailand Utara, Cinta juga mendapatkan pesan sederhana namun mendalam dari seorang biksu setempat. Pesan tersebut membahas tentang akar konflik dan perdamaian di dunia.
“Seorang biksu bertanya, ‘Apa sih bedanya perang dunia dan perdamaian dunia?’ Lalu dia menjawab dengan sederhana: ‘Semuanya dimulai dari pikiran manusia’,” jelas Cinta.
“Pikiran yang dibiarkan tanpa pembinaan akan menciptakan kekacauan. Pikiran yang dilatih dengan penuh kepedulian akan melahirkan welas asih, kebijaksanaan, dan kedamaian,” lanjutnya.
Menutup refleksinya di akhir tahun 2025, Cinta pun berharap pesan yang ia bagikan bisa menjadi pengingat untuk merawat pikiran dan emosi, bukan hanya semata fokus mengejar ambisi dan pencapaian.
“Aku berharap tahun baru kalian enggak cuma soal ambisi untuk jadi ‘lebih’, tapi juga soal bagaimana kita bisa jadi ‘lebih jernih’,” tulisnya.
“Semoga kalian menemukan keberanian untuk berhenti sejenak. Untuk mendengarkan ke dalam diri. Dan untuk mengingat bahwa kedamaian di dunia berawal dari kedamaian dalam pikiran,” tutup Cinta Laura.
Baca Juga :
Konser Musisi Ini Dibatalkan karena AI Salah Kasih Info, Disebut Pelaku Kekerasan Seksual
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News