Ashley MacIsaac, yang dikenal sebagai pemain biola dan penulis lagu peraih Juno Award, sebelumnya dijadwalkan bakal tampil di acara Sipekne'katik First Nation di Nova Scotia pada 19 Desember 2025. Namun, pihak penyelenggara tiba-tiba membatalkan penampilannya secara sepihak setelah ringkasan AI di laman Google menampilkan informasi keliru yang menyebut MacIsaac memiliki rekam jejak kriminal, termasuk kejahatan dan kekerasan seksual.
Musisi berusia 50 tahun itu pun meyakini AI Google salah mengaitkan dirinya dengan orang lain yang memiliki nama yang serupa. Kesalahan tersebut membuat MacIsaac merasa dirugikan dan difitnah. Ia mengaku dampaknya bukan hanya soal reputasinya sebagai musisi, tetapi juga menyangkut keselamatannya sebagai individu.
“Kalau ada pengacara yang mau menangani ini secara cuma-cuma, saya akan melawan. Saya yakin saya bukan korban pertama dan tidak akan jadi yang terakhir,” kata MacIsaac kepada The Canadian Press, seperti dikutip dari NME, Jumat, 2 Januari 2026.
Ia bahkan menyebut kesalahan AI semacam ini bisa berujung pada masalah serius yang dapat merugikan orang lain.
“Saya bisa saja berada di perbatasan dan ditahan. Harus ada tanggung jawab dari perusahaan AI dan batasan yang jelas soal apa yang boleh dan tidak boleh terjadi,” ujarnya.
Menanggapi polemik tersebut, juru bicara Google Kanada, Wendy Manton, menjelaskan bahwa ringkasan AI di Google bersifat dinamis dan dapat berubah untuk menampilkan informasi yang dianggap paling relevan. Menurutnya, jika terjadi kesalahan penafsiran atau konteks yang terlewat, Google akan menggunakan temuan itu untuk memperbaiki sistem sesuai kebijakan yang berlaku.
"Ketika masalah muncul – seperti fitur kami salah menafsirkan konten web atau melewatkan beberapa konteks – kami menggunakan contoh-contoh tersebut untuk meningkatkan sistem kami, dan dapat mengambil tindakan sesuai dengan kebijakan kami," ujar Wendy Manton.
Sementara itu, MacIsaac berharap konser yang batal tersebut masih bisa dijadwalkan ulang. Ia juga mengaku telah dihubungi oleh firma hukum yang tertarik membantu menangani kasusnya ini.
“Percayalah, ini sama sekali bukan situasi yang menyenangkan. Saya sedang berada di luar rumah nenek saya untuk merayakan Natal, lalu harus menghadapi kabar bahwa ada sistem yang menyebut saya pelaku kejahatan seksual. Ini bukan percakapan yang ingin saya jalani," tutup Ashley MacIsaac.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News