Burning Sun menjadi salah satu skandal terbesar dalam industri hiburan K-pop pada 2019 lalu. Seungri dinyatakan bersalah dalam kasus ini dan dijatuhi hukuman 18 bulan penjara. Ia baru dibebaskan pada 2023.
Setelah tiga tahun sejak pembebasannya, Seungri kembali disebut tengah berupaya terjun ke industri hiburan malam dan diduga tengah melakukan pembicaraan bisnis di Kamboja. Ia juga dikabarkan berteman dengan tokoh-tokoh dalam “kompleks kejahatan” di Kamboja.
“Ia menjalin kontak dengan individu-individu yang terkait dengan pencucian uang, jaringan penipuan voice phishing, serta operasi kasino,” ujar Oh Hyuk Jin melalui kanal YouTube pribadinya, yang dikutip dari The Korea Times, Kamis, 22 Januari 2026.
| Baca juga: Burning Sun Entertainment Resmi Bangkrut Usai Terlibat Skandal Seungri |
“Kompleks kejahatan” yang disebutkan sebelumnya merupakan lokasi yang diyakini menjadi tempat kelompok kriminal terorganisasi menjalankan operasi voice phishing, dengan memikat pencari kerja dari Korea Selatan, Jepang, dan China, lalu melakukan pemaksaan dan kekerasan agar mereka menjalankan aksi penipuan setibanya di sana.
Ketika keberadaan kompleks tersebut terungkap, kemarahan publik memicu operasi kepolisian terkoordinasi lintas negara yang berujung pada penangkapan tokoh-tokoh kunci di balik jaringan tersebut.
“Namun Seungri, yang kini hampir mustahil untuk tetap tinggal di Korea karena sentimen publik yang sangat negatif, masih memiliki basis penggemar di Jepang dan berupaya memanfaatkan citranya sebagai mantan anggota BigBang di Asia Tenggara,” jelasnya.
| Baca juga: Link Video Dokumenter Burning Sun, Skandal K-pop Terbesar |
Kontroversi semakin memanas setelah sebuah video beredar secara daring yang memperlihatkan Seungri menghadiri sebuah acara klub di Kamboja, di mana ia sempat mengambil mikrofon untuk berbicara kepada para pengunjung.
“Orang-orang sempat memperingatkan saya ketika saya mengatakan akan pergi ke Kamboja. Namun menurut saya, Kamboja adalah negara terbaik di Asia,” terdengar suara Seungri dalam rekaman tersebut.
Dalam video itu, terlihat logo Prince Brewing dan Prince Holdings di belakangnya. Prince Holdings belakangan diketahui mengelola sebuah lokasi yang terkenal, tempat para korban penculikan dipaksa terlibat dalam penipuan phishing dan aksi kejahatan lain.
Sementara itu, Prince Brewing merupakan salah satu merek afiliasi dari grup tersebut. Kendati demikian, hingga kini belum ada hubungan bisnis langsung yang terkonfirmasi antara Seungri dan perusahaan-perusahaan tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News