Bintang film Film Lintrik ini pengalaman menjadi MC sebenarnya sudah ia jalani saat masih bekerja di lingkungan pemerintahan. Namun saat itu, ia lebih sering memandu acara di tingkat daerah dan belum banyak tampil di panggung besar seperti sekarang.
"Kalau MC saya sudah sering MC pada saat masih kerja di pemerintahan, tapi itu MC waktu masih di daerah. Nah, ternyata kemarin pada saat ada kegiatan di Universitas Kementerian Pertahanan Indonesia, mereka mengundang untuk saya mengisi MC," kata Karina Icha di Jakarta.
Menurut Karina, dirinya termasuk sosok yang sulit menolak tantangan baru. Karena itu, ketika mendapat tawaran menjadi MC di acara kampus besar, ia langsung menerimanya dengan penuh semangat meski mengakui itu adalah pengalaman perdana untuk kelas besar.
"Dan saya tipe orang yang tidak pernah menolak dan tidak pernah bisa mengatakan tidak. Jadi dengan semangat, dengan ada hal baru dalam hidup saya, makanya saya mengiyakan. Tapi jujur kalau untuk kelas besar saya baru perdana yang kemarin. Nah, ternyata karena video dan foto saya beredar kemarin itu, ada lagi tawaran masuk MC," katanya.
Penampilan perdananya sebagai MC dalam acara besar rupanya membawa dampak positif. Setelah dokumentasi video dan fotonya tersebar, Karina kembali mendapat tawaran untuk memandu acara lain yang dijadwalkan berlangsung pada 29 April 2026.
Ia pun melihat kesempatan ini sebagai langkah baru dalam pengembangan kariernya. Tidak hanya dikenal di dunia hiburan, Karina ingin memperluas kemampuan di berbagai bidang, termasuk menjadi seorang pembawa acara profesional.
Untuk mempersiapkan diri, Karina mengaku banyak belajar secara mandiri. Ia tidak memiliki mentor khusus, melainkan memanfaatkan berbagai platform digital seperti YouTube dan TikTok untuk mempelajari teknik membawakan acara dari para MC senior.
"Kalau untuk persiapannya, saya lebih kepada melihat video-video yang MC yang sudah senior. Ada trik-triknya, saya belajar tuh dari YouTube, saya belajar dari TikTok teman-teman yang sudah jadi MC duluan. Saya belajar dari situ, saya menonton. Saya belajar dari menonton," jelasnya.
Selain teknik berbicara, Karina juga menilai rasa percaya diri menjadi modal utama saat tampil di depan banyak orang. Menurutnya, rasa grogi adalah hal yang wajar, tetapi harus dihadapi dengan keyakinan pada kemampuan diri sendiri.
"Cara menghadapinya adalah pertama percaya diri, yakin bahwa kita bisa. Lalu yang kemudian dibekali dengan belajar di YouTube-YouTube dan saya yakin kemampuan saya bisa. Jadi percaya diri, yakin sama diri sendiri, dan bismillah lah. Namanya hidup ini tidak ada yang langsung 100 persen oke, pasti semua berproses," katanya.
Bagi Karina, pengalaman menjadi MC bukan sekadar pekerjaan tambahan, tetapi bagian dari proses panjang dalam membangun karier di industri hiburan. Ia ingin terus berkembang dan tidak membatasi diri hanya pada satu bidang saja.
"Saya anggap MC kemarin itu adalah bagian one step process saya dalam berkarier. Karena karier itu tidak hanya dalam acting, perfilman, atau dunia per-pageant-an atau ratu kecantikan, iklan, tapi saya mau bisa semua. Dalam hal apa pun bisa semua ya, karena saya memiliki jiwa seni yang cukup besar," tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News