Gian Luigi (Foto: medcom)
Gian Luigi (Foto: medcom)

Gian Luigi Sedih Lihat Video Viral Karyawan Tak Bisa Ambil Pompa ASI karena Kantor Disegel

Elang Riki Yanuar • 06 Juli 2026 19:54
Ringkasnya gini..
  • Gian Luigi prihatin melihat sejumlah karyawan tak bisa bekerja akibat penyegelan kantor yang disebut berkaitan dengan sengketa lahan.
  • Gian Luigi meminta sengketa lahan diselesaikan melalui jalur hukum agar para karyawan tidak kehilangan pekerjaan dan penghasilan.
  • Gian Luigi meminta polisi turun tangan setelah mengetahui ada karyawan yang tak diizinkan masuk kantor hanya untuk mengambil pompa ASI.
Jakarta: Komika Gian Luigi mengungkapkan rasa sedih dan keprihatinannya terhadap sejumlah karyawan yang tidak bisa bekerja akibat penyegelan sebuah kantor di kawasan Jakarta Barat. Penyegelan yang viral itu disebut berkaitan dengan persoalan sengketa lahan.
 
Melalui video yang diunggah di media sosial, Gian Luigi mengaku mendapatkan cerita langsung dari sejumlah karyawan yang terdampak. Para pekerja disebut tidak dapat masuk ke kantor sehingga aktivitas pekerjaan mereka terhenti.
 
Gian menegaskan dirinya tidak ingin mencampuri persoalan sengketa lahan yang menjadi akar masalah. Namun, ia berharap konflik tersebut dapat diselesaikan melalui jalur hukum tanpa membuat para karyawan kehilangan kesempatan untuk bekerja.

Menurut Gian, para pekerja seharusnya tidak menjadi pihak yang harus menanggung dampak dari sengketa tersebut. Ia pun menyayangkan penyegelan kantor yang membuat sejumlah karyawan tidak bisa menjalankan pekerjaannya seperti biasa.
 
"Gue dapat cerita dari karyawan-karyawan yang bekerja di wilayah Arjuna Bowling Jakarta Barat mereka tidak bisa bekerja dan kehilangan pekerjaannya karena kantornya disegel oleh sebuah ormas permasalahannya sengketa lahan gue gak mau ikut campur masalah sengketanya kalau emang ini sengketa lahan, tolong diselesaikan secara hukum tidak usah menduduki, mengirimkan ormas untuk menyegel tempat itu," ucap Gian dalam unggahannya.
Gian Luigi berharap persoalan sengketa lahan dapat diserahkan sepenuhnya kepada proses hukum yang berlaku. Dengan demikian, masyarakat yang tidak terlibat langsung dalam konflik tersebut tidak harus kehilangan pekerjaan maupun penghasilan.
 
Ia juga menyoroti peran organisasi masyarakat di tengah kehidupan sosial. Menurutnya, keberadaan ormas seharusnya dapat memberikan manfaat dan membantu menciptakan kondisi yang kondusif bagi masyarakat.
 
"Bukan apa-apa, akhirnya ada karyawan-karyawan masyarakat-masyarakat yang kehilangan pekerjaan, tidak bisa bekerja. Maksudnya kan ormas ini seperti yang gue bilang, membantu pemerintah untuk membangun negeri ini. Bukan menyegel tempat-tempat. Bukan urusannya nyegel-nyegel ini Biarkan keputusan hukum gitu loh," ucapnya.
 
Kondisi para karyawan semakin membuat Gian prihatin setelah mengetahui ada pekerja yang tidak diperbolehkan masuk ke area kantor. Padahal, karyawan tersebut hanya ingin mengambil barang pribadi yang masih berada di dalam.
 
"Yang miris adalah bahkan ada karyawan yang pengen masuk cuma pengen ngambil pompa ASI tidak boleh masuk juga. Kok bisa sih," jelasnya.
 
Gian mempertanyakan larangan tersebut karena para karyawan dinilai tidak memiliki hubungan langsung dengan persoalan sengketa lahan. Ia merasa sedih melihat masyarakat harus kehilangan akses ke tempat kerja akibat konflik yang bukan menjadi urusan mereka.
 
Melalui pernyataannya, Gian Luigi juga meminta aparat kepolisian untuk membantu menengahi persoalan tersebut. Ia berharap ada solusi yang memungkinkan para karyawan kembali bekerja dengan aman tanpa harus menjadi korban dari sengketa yang sedang berlangsung.
"Tolong ditengahi, Tolong dibantu. Bukan apa-apa, gue cuma pengen teman-teman karyawan ini dapat bekerja dengan baik dan tidak kehilangan pekerjaannya. Jangan sampai kita mencari uang tapi membuat orang lain kehilangan pekerjaannya," tutupnya.
 

 

 

 

 
 
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA