Ilustrasi (Foto: Tyrone Siu/Reuters)
Ilustrasi (Foto: Tyrone Siu/Reuters)

HARI FILM NASIONAL

Dilema Rumah Produksi Film Diteror Korona

Hiburan Hari Film Nasional
Cecylia Rura • 30 Maret 2020 09:00
Jakarta: Hari Film Nasional dirayakan setiap 30 Maret. Namun, pada momen Hari Film Nasional tahun ini, dunia sinema Tanah Air berduka. Serangan virus korona membuat dunia produksi film berhenti sampai waktu yang belum bisa ditentukan. Mata rantai perfilman terputus. Sejumlah rumah produksi film Indonesia membatalkan kegiatan sejak virus korona merebak. Syuting Yowis Ben 3 mandek, perilisan film Tersanjung, Guru Guru Gokil, dan Bucin ditunda.
 
Efek domino dirasakan semua sektor, termasuk siklus bekerja rumah produksi. Produser Eksekutif Rapi Films Sunil Samtani memutuskan menghentikan seluruh aktivitas produksi film.
 
"Kita sementara hold dulu. Semua produksi film, FTV, kita hold semua. Enggak ada yang kita laksanakan. Kantor juga kita tutup. Prinsipnya benar-benar bubar, enggak ada yang bekerja," kata Sunil Samtani.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Rapi Films menunda film Bucin yang semula dijadwalkan rilis pada 26 Maret 2020. Jadwal rilis mundur karena bioskop tutup mengikuti keputusan pemerintah provinsi DKI Jakarta mengimbau sejumlah tempat hiburan tutup termasuk bioskop pada 23 Maret hingga 5 April 2020.
 
"Problem-nya kalau film 100-120 orang dalam satu lokasi. Itu memang sangat enggak baik. Jadi semua PH dan kebetulan artisnya pada enggak mau karena mereka bilang ini social distancing enggak ada di sini (tidak bisa social distancing karena ramai). Jadi benar-benar kita sudah stop semua," kata Sunil Samtani.
 
Produser Eksekutif Starivision Plus Chand Parwez Servia juga mengikuti anjuran pemerintah menunda aktivitas syuting. Film Mariposa yang dirilis 12 Maret lalu, diproduksi Starvision Plus bersama Falcon Pictures turun layar sebentar sejak bioskop tutup.
 
"Kalau kita pada 12 Maret langsung berhenti main maka terjadi kepanikan karena pada saat itu kita hanya disuruh waspada. Jangan panik. Kita tetap jalan," kata Chand Parwez.
 
Ketika kepanikan mulai meninggi, Starvision Plus sudah menetapkan sejumlah SOP seperti sterilisasi, penyemprotan disinfektan, dan menjaga kebersihan. Hingga saat ini belum ada tanggal pasti kapan Mariposa kembali naik layar.
 
"Sebetulnya dengan berhenti kita bukan memikirkan masalah kerugian lagi karena sadar bahwa akan mengalami paceklik yang panjang," kata Chand Parwez.
 
Anjuran bekerja dari rumah juga diterapkan dalam produksi film. Namun, hanya beberapa pekerja kreatif saja yang bisa terus bergerak. Sementara untuk pekerja yang berurusan dengan hal teknis di lapangan terpaksa menganggur.
 
Tiap rumah produksi memiliki kebijakan masing-masing terhadap upah pekerjanya. Rapi Films misalnya, memberikan kebijakan upah semasa proyek ditunda.
 
"Kalau ada yang bilang kita mau ambil duluan boleh enggak? Kita kasih setengah enggak apa-apa. Mungkin mereka ada kebutuhan," kata Sunil Samtani.
 
Starvision Plus juga melakukan kebijakan terkait upah yang menjadi fokus utamanya. Mengingat honor pekerja kreatif diberikan sesuai proyek yang dikerjakan.
 
"Saya paling concern menyangkut nafkah, pendapatan, honor yang bisa diterima karena tidak semua di industri film ini kerja itu sebagai karyawan tetap. Umpamanya orang kreatif dibayar berdasarkan proyek, berdasarkan hasil kerja," kata Parwez.
 
"Yang sedang dalam proyek setengah jalan kita lakukan kebijaksanaan. Tapi, kalau yang betul-betul akhirnya kehilangan pekerjaan atau karena berhenti menjadi hilang. Kalau pekerjaan yang akan jalan tidak jadi bagaimana? Kita kan belum ada ikatan," imbuhnya.
 
Direktur Komunikasi Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) sekaligus pengamat film Ade Armando mengatakan kondisi pandemi Covid-19 ini bisa menjadi kesempatan insan kreatif menyiapkan konten-konten baru. Dia memprediksi setelah pertengahan tahun nanti bioskop menjadi pelarian hiburan publik.
 
"Penting bahwa industri film harus siap-siap membayangkan ini tidak lama lagi selesai, pada Juni selesai. Ketika itulah strategi untuk pemasarannya sudah diperkuat," kata Ade Armando.
 

 

(ASA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif