Titik balik perubahan imej Afgan terjadi saat dunia dilanda pandemi Covid-19 pada 2020 lalu. Saat itu, ia tengah mempersiapkan proyek ambisius album penuh berbahasa Inggris pertamanya, Wallflower (2021), yang dirilis di bawah label asal Amerika Serikat, EMPIRE dan menampilkan kolaborasi internasional bersama musisi seperyi Jackson Wang.
Afgan mengaku momen saat pandemi tersebut ia gunakan sebagai ajang kontemplasi untuk keluar dari zona nyaman dan melepaskan branding yang selama ini membatasi ruang geraknya secara visual.
"Iya itu karena pandemi sih, karena saya release album bahasa Inggris, kayaknya waktu itu momen di hidup saya kayak pengen keluar dari image Afgan yang biasa," tutur Afgan saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta.
"Pada saat itu saya emang kayak mau keluar dari itu semua, membuktikan bahwa saya bisa loh keluar dari apa yang tadinya dilimitasi, saya pengen keluar dari situ. Keterusan deh sampai sekarang," lanjutnya.
Keputusan Afgan untuk tampil tanpa kacamata ternyata bukan sekadar urusan estetika sesaat. Ia mengambil langkah berani dengan menjalani operasi LASIK agar penglihatannya kembali normal.
Menariknya, tindakan medis ini dilakukan Afgan secara diam-diam tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan pihak manajemennya.
Ia mengungkapkan bahwa banyak pihak di sekitarnya sempat merasa khawatir jika identitas visualnya sebagai "Afgan si penyanyi berkacamata" akan hilang dan membuat penggemar tidak lagi mengenalinya.
"Jadi nekat benar-benar LASIK tanpa bilang dulu ke manajemen. Saya tiba-tiba udah LASIK, enggak pakai kacamata. Karena sebelumnya banyak yang bilang kayak, ‘Afgan jangan lasik deh, kayaknya nanti kalau enggak pakai kacamata ciri khas-nya ilang, terus nanti orang enggak kenal lagi sama Afgan, bentuk mukanya enggak familiar gitu'," kenang pria berusia 36 tahun tersebut.
Meski awalnya sempat merasa kurang percaya diri karena harus meninggalkan atribut yang sudah ia gunakan selama lebih dari satu dekade, Afgan kini merasa jauh lebih nyaman dengan dirinya yang sekarang.
"Awalnya sempat enggak pede sih, karena kan ini sebuah zona nyaman ya. Tapi kalau buat saya sih, saya lebih senang seperti sekarang, karena kalau mau pakai kacamata tinggal pakai aja kacamata-nya buat fashion,” tutup Afgan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News