Potongan film Tour de Serpong (Foto: YouTube)
Potongan film Tour de Serpong (Foto: YouTube)

Tantangan Membuat Film Tour de Serpong, Pemenang Europe on Screen

Hiburan film indonesia europe on screen Film Pendek
Sunnaholomi Halakrispen • 22 September 2021 11:31
Tantangan Pembuatan Film Pendek Indonesia Pemenang Europe on Screen 2020
 

Jakarta: Sebanyak tiga film pendek Indonesia akan tayang perdana di Festival Film Uni Eropa ke-21, Europe on Screen 2021 (EoS). Ada berbagai tantangan yang dihadapi oleh ketiga pembuat film beserta serta tim produksi, pemenang kompetisi EoS Short Film Pitching Project (SFPP) 2020. 
 
Salah satunya, menyesuaikan proses syuting dengan protokol kesehatan dan regulasi selama pandemi. Tantangan lain adalah tenggat waktu yang diberikan agar film rampung tepat waktu. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Syuting dilakukan di dua lokasi dalam waktu tiga hari. Mulai dari tahap pengembangan cerita hingga pasca produksi serta pengeluaran tambahan untuk menjalani protokol kesehatan selama proses produksi," ungkap sutradara Kepada Istriku (Marta, I’m Home), Patrick Warmanda.
 
Ia menekankan bahwa semua prosesnya berlangsung dalam waktu singkat. Produser film Tour de Serpong, Jeremy Randolph, pun mengalami peristiwa serupa. 
 
Selain itu, cuaca serta lokasi eksterior juga menjadi tantangan dalam pembuatan film ini. Apalagi, mengingat lokasi syuting kebanyakan dilakukan di luar ruangan. 
 
Akibatnya, banyak pihak ketiga turut terlibat dalam produksinya. Namun, dengan adanya dana suntikan serta nama Europe on Screen sebagai sponsor film, memudahkan proses negosiasi dengan pihak ketiga.
 
"Perijinan waktu, penggunaan lokasi shooting dan prosedur karantina untuk calon pemain film mempengaruhi proses penulisan naskah film Ghulam," ujar produser film Ghulam, Arfan Adhi.
 
Proses syuting yang dilaluinya untuk film pendek Ghulam turut dibantu oleh sejumlah pihak lain. Salah satunya, rekan-rekan kolektif film sekitaran Malang Raya yang mendukung alat serta SDM produksi film.
 
"Juga rekan dari Surabaya yang datang berkunjung dan spontan membantu tim artistik, serta relawan siaga bencana Maharesigana Universitas Muhammadiyah Malang untuk melakukan cek kesehatan kru dan pemain selama hari syuting berlangsung," tambahnya.
 
 
 
(ASA)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif