Mae, sosok istri komedian Temon (Foto: dok. YouTube MetroTV)
Mae, sosok istri komedian Temon (Foto: dok. YouTube MetroTV)

Istri Kenang Sosok Temon: Enggak Pernah Gagal Bikin Saya Ketawa

Basuki Rachmat • 13 Juli 2026 14:48
Ringkasnya gini..
  • Mae mengenang Temon sebagai suami hebat yang selalu mampu menghibur dan membuatnya tertawa di tengah kelelahan.
  • Temon meninggal dunia akibat serangan jantung setelah mengalami nyeri dada dan diketahui memiliki riwayat hipertensi.
  • Kepergian Temon meninggalkan duka mendalam bagi Mae yang mengenang sang suami sebagai sosok luar biasa dalam keluarga.
Jakarta: Kepergian komedian Simson Rarameha Ngadang atau yang lebih dikenal dengan nama panggung Temon meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, terutama sang istri, Mae.
 
Temon meninggal dunia pada Minggu, 12 Juli 2026. Jenazah almarhum sempat disemayamkan di Gedung Serbaguna GPIB Effatha, Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, sebelum dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, pada Senin, 13 Juli 2026.
 
Di tengah suasana duka, Mae mengenang sosok sang suami sebagai pribadi yang luar biasa dalam kehidupan keluarganya. Menurutnya, penilaian orang lain terhadap Temon tidak pernah mengubah sosok yang ia kenal selama ini.

"Ya, dia sosok yang hebat. Mungkin buat orang yang melihat dari luarnya atau mendengar gosip atau mendengar kabar, itu pendapat orang ya, beda-beda. Tapi buat saya dia suami yang hebat," ungkap Mae, dikutip dari Top News MetroTV, Senin, 13 Juli 2026.
Mae juga mengenang sifat Temon yang selalu mampu menghiburnya, bahkan ketika dirinya sedang kelelahan atau dilanda suasana hati yang kurang baik.
 
"Setiap melihat saya cemberut atau capek, dia pasti bikin saya ketawa. Nggak pernah fail," lanjutnya.
 
Sebelumnya, Mae juga mengungkapkan penyebab meninggalnya sang suami. Ia menjelaskan bahwa Temon memiliki riwayat hipertensi dan sempat mengeluhkan nyeri di bagian dada sebelum akhirnya dilarikan ke rumah sakit.
 
"Dia punya riwayat darah tinggi. Tapi pas tadi pagi ini dibawa ke rumah sakit karena dadanya nyeri. Ternyata langsung rekam jantung, menurut dokter ada penyumbatan di jantungnya jadi serangan jantung," tutur Mae.
 
 
Meski telah mendapatkan penanganan medis dan menunggu proses rujukan ke rumah sakit lain, kondisi Temon tidak dapat diselamatkan.
 
"Sudah dilakukan pengobatan, sambil kita nunggu rujukan ke rumah sakit, tapi ya nggak tertolong. Kayaknya memang sudah waktunya," tutupnya.
 

 

 

 

 
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA