Ruben Onsu & Sarwendah saat masih menikah (Foto: Instagram)
Ruben Onsu & Sarwendah saat masih menikah (Foto: Instagram)

Pengacara Ruben Onsu Sebut Sarwendah Pernah Marah Dikirimi Nafkah Rp75 Juta

Elang Riki Yanuar • 24 Juli 2026 15:23
Ringkasnya gini..
  • Kuasa hukum Ruben Onsu menyebut Sarwendah sempat keberatan saat hanya menerima transfer Rp75 juta untuk biaya pokok anak.
  • Minola Sebayang mengklaim Ruben menambah Rp45 juta demi menghindari konflik usai Sarwendah mempersoalkan nafkah anak.
  • Pihak Sarwendah menegaskan seluruh kebutuhan anak kini ditanggung sendiri dan tak ingin lagi dikaitkan dengan nafkah Ruben Onsu.
Jakarta: Permasalahan antara Ruben Onsu dan Sarwendah sepertinya masih belum berakhir. Kedua belah pihak masih melancarkan 'serangan' di media membongkar kesalahan masing-masing. 
 
Kali ini, kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, membeberkan kronologi pemberian nafkah yang menurutnya sempat memicu ketegangan dengan mantan istri kliennya. Minola menjelaskan Ruben tetap menjalankan tanggung jawabnya sebagai ayah setelah bercerai. 
 
Minola menegaskan sebenarnya tidak ada ketentuan mengenai nominal nafkah anak dalam putusan pengadilan maupun Akta 39 yang menjadi dasar kesepakatan kedua belah pihak. Namun, dia menyebut Ruben tetap mengikuti nominal biaya pokok anak yang diajukan oleh Sarwendah. 

Hingga pada Desember 2025, Ruben diungkapkan Minola mentransfer uang sebesar Rp75 juta untuk kebutuhan pokok anak-anak. Namun, jumlah itu rupanya membuat Sarwendah tidak senang.
 
"Ruben sudah lakukan di Desember 2025. Ruben hanya berberikan uang pokok anak-anak yang Rp75 juta. Meskipun itu tidak dilandaskan putusan pengadilan dan tidak dilandaskan pada Akta 39, ini hanya buatan daripada S saja yang tanpa didiskusikan, Ruben juga oke ikutin, bayar Rp75 juta uang pokok," ujar Minola Sebayang saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.
Menurut Minola, pengiriman uang tersebut ternyata belum memenuhi harapan pihak Sarwendah. Dia mengatakan Sarwendah keberatan karena dana Rp75 juta hanya dianggap mencakup biaya pokok, sementara masih ada kebutuhan lain yang juga harus dipenuhi.
 
"Apa katanya si S? 'Nggak bayar kamu, mana ada bayar? Tuh kamu cuma bayarnya Rp75 juta kan, kan kamu cuma transfer Rp75 juta bulan ini'. Loh kan biaya pokoknya Rp75 juta yang bikin juga dia (Sarwendah). Tapi dia nggak mau kalau hanya dibayar Rp75 juta," beber Minola.
 
Agar persoalan tidak semakin panjang, Ruben akhirnya kembali mengirimkan dana tambahan sebesar Rp45 juta.
 
"Nah ada hal-hal yang lain blablabla, mau ndak mau Ruben transfer lagi Rp45 juta karena nggak mau ribut," tambahnya.
 
Minola juga mengungkapkan bahwa perbedaan pandangan tidak hanya terjadi soal nominal nafkah. Menurutnya, Ruben beberapa kali meminta penjelasan mengenai rincian pengeluaran anak, termasuk pembayaran kartu kredit dan biaya lain yang disebut dalam Akta 39 Pasal 1 ayat 4.
"Kalau didiskusikan Ruben-nya bertanya itu untuk apa saja, apakah itu perlu? Yang ada marah. Karena selalu ditagih perincian, ditanya perincian kartu kreditnya juga ke mana pembayarannya selama bertahun-tahun ini dan yang hal-hal yang lain-lain itu, maka sejak Januari 2026 dia tidak pernah lagi menagih," lanjutnya.
 
Sementara itu, kuasa hukum Sarwendah, Chris Sam Siwu, menyampaikan keterangan berbeda. Dia mengatakan kliennya kini sudah membiayai seluruh kebutuhan anak tanpa mengandalkan nafkah dari Ruben.
 
"Klien kami dari awal Januari sampai sekarang biaya nafkahnya sudah untuk anak semua sudah ditanggung oleh klien kami sendiri. Jadi mulai ke depan juga klien kami tidak lagi mau disangkutpautkan terkait bahwa klien kami meminta nafkah kepada mantan suaminya. Itu biar nanti urusan mantan suami dengan anaknya langsung saja," kata Chris Sam Siwu belum lama ini.
 
Chris juga menepis anggapan bahwa kepindahan Sarwendah dari rumah lamanya berkaitan dengan persoalan nafkah. Dia menyebut keputusan tersebut diambil demi memberikan rasa aman dan ketenangan bagi anak-anak setelah muncul isu pelelangan rumah oleh pihak bank serta kedatangan oknum yang diduga debt collector.
 
"Klien kami lebih memilihbuntuk pengen hidup tenang saja, pengen hidup tidak lagi dikait-kaitkan bahwa klien kami numpang segala macam. Itu faktanya kenapa pindah," pungkas Chris.
 
 
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA