Kabar ini menjadi perbincangan hangat di media sosial setelah korban membagikan kisahnya melalui akun X @tmptmengeluhku pada Rabu, 25 Maret 2026.
“Aku ingin menceritakan apa yg terjadi padaku. Aku tdk bermaksud merugikan siapa pun, hanya ingin menyampaikan ketidakadilan yang kualami. Namaku Sundari Sukoco. Semoga cerita ini bisa membuka cara pandang bahwa dlm relasi kekerasan tetap bisa terjadi dan tidak dapat dinormalisasi,” tulis korban, dikutip pada Jumat, 27 Maret 2026.
Baca Juga :
Aktor John Alford Meninggal Dunia di Penjara Saat Jalani Hukuman Kasus Pelecehan Seksual
Upaya Mencari Keadilan
Sundari menegaskan bahwa utas tersebut dibuat untuk mencari keadilan atas peristiwa kelam yang dialaminya. Terlebih, terduga pelaku saat ini masih bebas tanpa menerima konsekuensi hukum atas perbuatannya.Dalam unggahan tersebut, Sundari menyebutkan bahwa pelaku berinisial PS merupakan seorang penulis sekaligus vokalis band metal hardcore asal Karanganyar, Surakarta. Korban menekankan bahwa PS memiliki citra publik yang sangat bertolak belakang dengan tindakan yang dilaporkannya.
“Dia (PS) dikenal sebagai pribadi yang santun, humoris, dan pintar bahkan imagenya lekat dengan pria jawa yang menghormati kebudayaan,” tulis Sundari.
Baca Juga :
Profil Mohan Hazian, Sosok di Balik Thanksinsomnia yang Terseret Kasus Dugaan Pelecehan Seksual
Awal Mula Pertemuan dan Manipulasi
Korban awalnya menghubungi PS—seorang penulis dengan reputasi tinggi di kancah sastra nasional—untuk belajar menulis demi mengikuti sebuah sayembara novel."Buku PS terbit di Gramedia, Mojok, dan beberapa penerbit lain. Rekam jejak itu membuatku percaya, ia punya kredibilitas di bidang kesusastraan,” tulis Sundari.
Pada pertemuan pertama di sebuah kafe di Solo, 29 Maret 2025, PS diduga mulai menunjukkan perilaku manipulatif. Ia mengalihkan topik bimbingan menulis menjadi interogasi mendalam mengenai kehidupan pribadi korban.
"Obrolan awal terasa normal. Dia memuji kepintaranku, ramah, namun tiba-tiba mulai menanyakan kehidupan pribadi. Apa kegiatanku selain nulis, kerja di mana, ke mana aku pergi saat libur, siapa temanku dan punya pacar tidak,” tulis Sundari.
Baca Juga :
6 Hal Sensitif yang Diungkap Aurelie Moeremans dalam Buku Broken Strings, Termasuk Kekerasan Seksual
Eksploitasi dan Perilaku Abusif
PS diduga memanfaatkan momen saat korban jatuh sakit untuk menanamkan rasa utang budi. Setelah itu, PS mulai mengeksploitasi korban demi kepentingan karier pribadinya, termasuk memaksanya mengerjakan tugas-tugas program doktoral (S3)."Sidang terbuka doktoralnya, aku orang yang membuatkan MMT, PPT, bahkan mentranslate jurnal-jurnal yang menjadi referensi tugas akhir doktoralnya tersebut,” tulisnya.
Dalam hubungan tersebut, PS menunjukkan perilaku abusif dengan memaksa korban melakukan pekerjaan yang tidak wajar dan merendahkan martabat.
"Sampai yang paling parah PS menyuruhku untuk membersihkan air pipisnya... Botol berisi pipis itu sering dibiarkan di kamar hingga berminggu-minggu sampai warnanya seperti minyak jelantah,” tulis korban.
Puncak Kekerasan dan Reviktimisasi
Puncak kekerasan terjadi saat korban berada dalam kondisi mental yang tidak stabil. Di bawah ancaman fisik—seperti dilempar botol obat gosok—serta intimidasi verbal, PS diduga melakukan pemerkosaan sambil merendahkan pengobatan psikiater yang tengah dijalani korban."PS terus menekan dengan kalimat: 'Enak mana, k*nt*lku atau psikiater?' semua tanpa pernah menanyakan persetujuanku. PS kemudian membuka bajuku, menciumi tubuhku, dan melakukan penetrasi saat aku belum siap,” tulis Sundari.
Pascakejadian, korban mengalami trauma berat hingga sempat melakukan percobaan bunuh diri. Namun, saat mencoba melaporkan kasus ini, korban justru mengalami reviktimisasi dari lembaga yang seharusnya memberikan perlindungan.
"12 Januari 2026 diarahkan ke UPTD PPA setempat namun mengalami reviktimisasi dengan dikatakan zina dan kasus tidak layak naik hukum karena aku sudah dewasa dianggap suka sama suka,” tulis korban.
TW: ABUSIVE RELATIONSHIP, SH, RAPE AND SABOTAGE TO MENTAL HEALTH ACCESS (Kronologi Peristiwa Kekerasan Seksual Berbasis Relasi Kuasa dan Manipulasi Psikologis)
— Sun (@tmptmengeluhku) March 25, 2026
- thread memuat dokumen visual dan peristiwa di atas yang dapat memicu, prioritaskan keselamatan sebelum lanjut membaca pic.twitter.com/NPE0RJLurM
Nama Panji Sukma mulai terseret sebagai terduga pelaku setelah banyak warganet yang mengarahkan petunjuk kepadanya. Saat ini, akun media sosial milik Panji Sukma terpantau dalam kondisi terkunci setelah kasus ini viral di ruang publik.
Panji Sukma si Predator - @buruhseni
— X-Files (@seniman_cabul) March 26, 2026
- S1 Etnomusikologi ISI Solo
- S2 Ilmu Hukum UNISRI Solo
- S3 Kajian Budaya UNS Solo
Musik:
- Semesta Bersua
- Gendar Pecel
Buku:
- Iblis dan Pengelana
- Sang Keris
- Kuda
Organisasi:
- Kamar Kata Karanganyar
- Seknas Perkerisan Indonesia
Baca Juga :
Aktor Korea Cho Jin-woong Pensiun dari Dunia Akting Setelah Skandal Masa Remaja Terungkap
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News