Saepul Ikut Ajang Dangdut di TV (Foto: TikTok/lidasaepull220)
Saepul Ikut Ajang Dangdut di TV (Foto: TikTok/lidasaepull220)

Saepul Tersangka Mutilasi Depok Ternyata Pernah Ikut Ajang Dangdut di TV

Rafi Alvirtyantoro • 10 Agustus 2026 16:47
Ringkasnya gini..
  • Polisi menetapkan Saepul, pedagang piscok Stasiun Pondok Cina, sebagai tersangka mutilasi di Depok.
  • Saepul terancam hukuman mati atau penjara seumur hidup atas dugaan pembunuhan berencana.
  • Rekam jejak menunjukkan Saepul pernah mengikuti kompetisi bernyanyi dangdut di televisi nasional.
Jakarta: Saepul, tersangka kasus pembunuhan dan mutilasi pria berinisial K di Depok, ternyata pernah mengikuti ajang kompetisi dangdut di televisi.
 
Saepul menjadi sorotan publik setelah resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak kepolisian. Ia dijerat Pasal 459 dan/atau Pasal 458 KUHP dengan ancaman pidana maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup.

Profesi Pelaku

Setelah kasus tersebut terungkap ke publik, banyak orang penasaran dengan latar belakang Saepul dan aktivitas kesehariannya. Kepolisian mengungkap bahwa Saepul sehari-hari bekerja sebagai pedagang pisang cokelat (piscok) di Stasiun Pondok Cina, Depok.  

Pernah Ikut Kompetisi Dangdut

Hal lain yang menyita perhatian adalah keterlibatan Saepul dalam ajang kompetisi dangdut di televisi. Keikutsertaannya terungkap melalui unggahan video di akun media sosial milik pelaku pada awal tahun 2026.
 
Dalam acara yang dipandu oleh Irfan Hakim tersebut, Saepul menyatakan bahwa salah satu tujuannya mendaftar sebagai peserta adalah ingin membantu ibunya yang berjualan di pasar.

“Sebenarnya saya mau bantu ibu saya jualan di pasar. Jualan sayur. Dari jam 2 subuh sampai jam 8 pagi,” kata Saepul, dikutip dari akun TikTok @lidasaepull220, Senin, 10 Agustus 2026.

Impian Membantu Usaha Ibu

Ia menjelaskan bahwa uang hadiah dari acara tersebut rencananya akan digunakan untuk membeli kendaraan operasional harian dan menambah modal usaha sang ibu.
 
“Kita enggak ada kendaraan, kadang dari rumah ke pasar tuh jalan kaki. (jaraknya) lumayan, antara 5 kilo-an. Beli motor seken (bekas) aja, terus sisanya buat modal emak nambah jualan,” jelas Saepul.
 
Menurut Saepul, selama ini ibunya membeli sayuran dari tengkulak atau orang lain untuk dijual kembali, sehingga keuntungan yang diperoleh sangat terbatas. Ia berharap orang tuanya bisa mendapatkan keuntungan yang lebih layak.
 
“Soalnya kan sayurannya ngambil dari orang, untungnya cuma Rp1.000, Rp2.000 gitu. Jadi kalau misalkan belanja sendiri, untungnya bisa kelihatan,” ucap Saepul.
 
@lidasaepull220 yahh buat ngasah mental , karna semua berawal dari bawah.. @MNCTV #dmd #panggungdadakan #mnctv ♬ suara asli - AA ipull

 
 
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA