Jovial da Lopez (Foto: Instagram/jovialdalopez)
Jovial da Lopez (Foto: Instagram/jovialdalopez)

Jovial da Lopez Tagih Keadilan untuk Nadiem Makarim: Jangan Rampas Harapan Rakyat

Rafi Alvirtyantoro • 15 Mei 2026 11:36
Ringkasnya gini..
  • Jovial da Lopez menyoroti kejanggalan antara karakter Nadiem Makarim dengan tuduhan korupsi yang menjeratnya.
  • Jovial da Lopez menduga adanya celah administratif atau sistem yang sengaja didesain dalam kasus ini.
  • Jovial meminta penegak hukum bersikap adil agar proses persidangan menjadi momentum kemajuan hukum Indonesia.
Jakarta: Kreator konten Jovial da Lopez menyampaikan opini serta kegelisahannya terkait kasus hukum yang menjerat mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim.
 
Melalui ungggahan di akun Instagram pribadinya, Jovial merasa ada ketidaksesuaian antara karakter serta intelektualitas Nadiem dengan tuduhan korupsi yang diarahkan kepada pendiri perusahaan ojek daring tersebut.
 
“Balik dari fellowship ini, gue mau coba analisis lebih dalam kasus @nadiemmakarim. Bukan ahli hukum, tetapi ada kejanggalan antara karakter dan intelektualitas beliau dan tuduhan tindakan korupsi terhadapnya,” tulis Jovial da Lopez, dikutip pada Jumat, 15 Mei 2026.  

Dugaan Celah Administratif

Jovial menduga adanya celah administratif yang dimanfaatkan dalam kasus ini. Ia mempertanyakan apakah tuduhan tersebut muncul karena kesalahan pribadi atau karena Nadiem terjebak dalam sistem yang sengaja didesain untuk mencari keuntungan pihak tertentu.

“Kalau iya (jawaban pertanyaan tersebut), oleh siapa?” tulis Jovial.
 
Dalam keterangan unggahannya, ia menilai Nadiem sebagai representasi wajah baru dengan latar belakang pendidikan dan ide cemerlang yang menjadi sumber harapan bagi masyarakat Indonesia.
 
“Ada beberapa orang yg kita gak kenal secara personal tapi ketika mereka masuk pemerintahan, kita kesampingkan seluruh perjanjian politik di belakangnya, dan kita pikir ‘keren’ ‘pantas’ ‘untung dia yang dipilih’ Dan mereka beri harapan,” tulis Jovial.  

Kritik terhadap Dominasi Elit

Ia juga melontarkan kritik terhadap kondisi pemerintahan Indonesia, di mana aliran dana APBN dinilai terus diatur oleh lingkaran orang yang sama. Baginya, kehadiran sosok luar atau outsider seperti Nadiem sangat berarti bagi masyarakat.
 
“Kita hidup di negara yang orangnya itu2 aja (padahal ada 280 juta orang), aliran APBN selalu diatur oleh mereka2 saja, dan adanya wajah baru dengan pencapaian keren, pendidikan keren, cara komunikasi yg keren, ide2 yg keren, itu memberikan KITA SEMUA HARAPAN,” lanjutnya.  

Harapan pada Penegakan Hukum

Oleh karena itu, Jovial meminta agar aparat penegak hukum benar-benar menjunjung tinggi keadilan. Menurutnya, hasil persidangan ini harus menjadi momentum kemajuan hukum agar Indonesia bisa menjadi negara yang lebih baik.
 
“Tolong Indonesia jangan rampas HARAPAN yg dimiliki rakyat. Tolong penegak hukum...tegakkan hukum. Hasil persidangan itu harus berguna untuk kemajuan hukum di negara kita, karena dengan hukum yang baik kita akan punya negara yang baik,” pungkas Jovial.
 

 

 
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA