Ruben Onsu (Foto: Instagram/ruben_onsu)
Ruben Onsu (Foto: Instagram/ruben_onsu)

Kuasa Hukum Ungkap Alasan Ruben Onsu Stop Nafkah Anak Sejak Desember 2025

Basuki Rachmat • 26 Juni 2026 12:50
Ringkasnya gini..
  • Ruben Onsu mengaku menghentikan sementara nafkah anak karena selama berbulan-bulan tak bisa bertemu kedua putrinya usai perceraian.
  • Kuasa hukum Ruben Onsu menilai polemik nafkah berkaitan dengan hak ayah bertemu anak yang disebut tak berjalan sesuai kesepakatan.
  • Minola Sebayang meminta Sarwendah terbuka soal penggunaan nafkah anak senilai Rp200 juta per bulan di tengah polemik yang bergulir.
Jakarta: Presenter Ruben Onsu kembali angkat bicara mengenai polemik nafkah anak yang belakangan menjadi sorotan publik. Melalui kuasa hukumnya, Minola Sebayang, Ruben menjelaskan alasan di balik keputusan menghentikan sementara pemberian nafkah bulanan kepada mantan istrinya, Sarwendah.
 
Sebelumnya, Sarwendah diketahui telah mengajukan aduan ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) terkait penghentian nafkah anak. Ruben sendiri mengakui bahwa sejak Desember 2025 ia menghentikan sementara pemberian nafkah yang nilainya disebut mencapai Rp200 juta per bulan.
 
Menurut Ruben, keputusan tersebut bukan tanpa alasan. Ia mengaku mengalami kesulitan untuk bertemu dan menghabiskan waktu bersama anak-anaknya setelah perceraian.
Kuasa hukum Ruben, Minola Sebayang, membenarkan hal tersebut.

Ia mengungkapkan bahwa selama enam bulan terakhir tidak pernah terjadi pertemuan antara Ruben dengan kedua putrinya. Selain itu, komunikasi Ruben dengan Sarwendah terkait anak-anak juga disebut telah terputus sejak akhir 2025, sementara komunikasi dengan anak-anak berhenti sejak April 2026.
 
“Ini yang namanya hukum sebab-akibat. Selama ini, Ruben selalu memberikan kewajibannya untuk menafkahi anak. Nilainya juga tidak kecil. Maka ketika kewajiban itu ditunda pasti ada sebabnya," ungkap Minola Sebayang kepada awak media, pada Jumat, 25 Juni 2026.
Minola menilai, bukti yang dibawa pihak Sarwendah ke KPAI mengenai penghentian nafkah tidak lagi menjadi persoalan karena pihak Ruben telah mengakui keputusan tersebut sejak awal.
 
“Jadi aneh saja menurut kami. Seharusnya, sesuatu yang sudah diakui kebenarannya oleh Ruben Onsu ya tidak perlu lagi lah dibuktikan. Toh kan diakui. Kecuali kalau Ruben menyangkal,” lanjutnya.
 
Lebih lanjut, Minola menegaskan bahwa persoalan nafkah tidak bisa dipisahkan dari hak Ruben sebagai ayah untuk bertemu anak-anaknya. Menurutnya, kliennya hanya ingin memperoleh waktu kebersamaan sesuai kesepakatan yang telah dibuat sebelumnya.
 
“Yang dipermasalahkan Ruben itu kenapa dia tidak diberikan waktu bertemu anak sesuai kesepakatan, 2-3 hari dalam seminggu. Itu keberatan utama Ruben. Saya tegaskan, Ruben itu pekerja keras tak usah diingatkan soal nafkah," tutup Minola Sebayang.
Di akhir keterangannya, Minola juga meminta pihak Sarwendah bersikap terbuka mengenai penggunaan nafkah yang selama ini diberikan Ruben. Ia menilai transparansi diperlukan agar publik mengetahui besaran serta peruntukan dana yang disebut mencapai ratusan juta rupiah setiap bulan tersebut.
 

 
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA