Melansir dari siniar BBC Eras pada Jumat, 23 Januari 2026, Phil Collins secara terbuka menceritakan kondisi kesehatannya yang semakin kompleks, terutama pada bagian lutut yang telah lama bermasalah.
Collins mengungkapkan bahwa kehadiran perawat menjadi kebutuhan penting untuk memastikan kondisi kesehatannya tetap terkontrol, termasuk dalam hal konsumsi obat-obatan.
“Saya memiliki perawat yang tinggal bersama saya 24 jam untuk memastikan saya minum obat sebagaimana mestinya. Saya mengalami masalah dengan lutut saya. Semua hal yang bisa salah terjadi pada saya, memang terjadi," ungkap Phil Collins.
Musisi berusia 74 tahun itu menambahkan bahwa dirinya telah menjalani lima kali operasi lutut. Namun, dari seluruh prosedur tersebut, kini hanya satu lutut yang masih berfungsi.
"Saya lima kali operasi lutut dan kini hanya ada satu yang berfungsi. Saya bisa berjalan, meskipun bantuan, kruk atau apa pun," lanjutnya.
Phil Collins juga mengakui bahwa gaya hidupnya di masa lalu turut memberi dampak jangka panjang terhadap kesehatannya saat ini.
Ia menyebut kebiasaan mengonsumsi alkohol secara berlebihan ketika masih aktif bermusik sebagai salah satu faktor yang memperburuk kondisinya, meski ia telah lama berhenti minum dan resmi pensiun dari dunia musik pada 2022.
"Saya menikmati masa istirahat dari tur. Setelah berhenti tur, saya berpikir, baiklah, saya akan melakukan semua hal yang tidak bisa saya lakukan sebelumnya," kata Phil Collins.
“Dulu saya terlalu banyak minum. Saya memang jarang mabuk, meskipun beberapa kali terjatuh. Tapi semua itu berdampak. Saya menghabiskan berbulan-bulan di rumah sakit dan semuanya terasa datang bersamaan,” tuturnya.
Meski demikian, Collins menegaskan bahwa ia kini mencoba berdamai dengan kondisinya.
"Beberapa tahun terakhir ini memang sulit dan membuat frustrasi. Tapi sekarang semuanya terasa baik-baik saja," lanjut Collins.
Selain gangguan pada lutut, Phil Collins juga mengungkap bahwa dirinya mengalami kondisi drop-foot, yakni gangguan saraf yang menyebabkan kaki mati rasa. Kondisi tersebut membuatnya harus menggunakan tongkat sebagai alat bantu berjalan dalam aktivitas sehari-hari.
Bagi Sobat Medcom yang belum familiar, Genesis merupakan salah satu band pelopor musik progresif rock yang berjaya pada era 1970-an. Band ini pertama kali dibentuk pada 1967 dengan formasi awal Peter Gabriel (vokal, flute, perkusi), Anthony Phillips (gitar), Tony Banks (keyboard), dan Mike Rutherford (gitar).
Phil Collins bergabung dengan Genesis pada 1970 sebagai drummer, menggantikan Anthony Phillips yang hengkang. Lima tahun kemudian, Collins mengambil alih posisi vokalis utama setelah Peter Gabriel memutuskan keluar dari band.
Genesis dikenal lewat deretan album ikonik seperti And Then There Were Three (1978) dan Invisible Touch (1986), yang mengukuhkan mereka sebagai salah satu band paling berpengaruh dalam sejarah musik rock dan pelopor dari progresif rock.
Band ini resmi mengakhiri perjalanan panjangnya di dunia musik melalui tur reuni bertajuk The Last Domino?, yang berpuncak pada konser penutup di O2 Arena, London, Inggris, pada 26 Maret 2022. Tur tersebut menjadi penampilan terakhir Genesis setelah sempat vakum selama 14 tahun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News