Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, @mohanhazian, pada Senin, 9 Februari 2026, Mohan Hazian diketahui sempat memberikan klarifikasi. Dalam unggahan yang kini telah dihapus tersebut, ia secara tegas menyangkal seluruh tuduhan yang dialamatkan kepadanya.
Meski demikian, dampak dari viralnya kasus ini mulai terlihat. Sejumlah mitra bisnis memutuskan untuk menghentikan kerja sama, mulai dari penerbit buku Shira Media hingga brand lokal Thanksinsomnia yang secara resmi telah menonaktifkan hubungan kerja dengan Mohan Hazian.
Berikut adalah rangkuman dari berbagai kesaksian yang beredar di media sosial terkait dugaan kasus tersebut:
Pengakuan Pemilik Akun @aarummanis
Pemilik akun X @aarummanis menjadi salah satu pihak pertama yang mengungkap dugaan pelecehan ini. Ia menceritakan pengalaman traumatis yang dialaminya saat sedang menjalani sesi pemotretan dengan seorang pemilik brand berinisial M.Ia mengaku bahwa setelah sesi pemotretan berakhir, dirinya ditahan dan dipaksa secara fisik meski telah memberikan penolakan berulang kali. Kejadian tersebut meninggalkan trauma mendalam bagi pelapor, yang sempat merasa pesimis untuk mencari keadilan karena keterbatasan bukti fisik saat itu.
TW SH/SA
— Saa (@aarummanis) February 8, 2026
Bulan Mei 2025, saya dapet job sebagai Talent untuk photoshoot/videoshoot untuk salah satu brand lokal terkenal dengan owner inisial M.
Pada saat photoshoot tidak ada hal yang aneh dan semua berjalan lancar. https://t.co/LrOfI1z0Dp
Kesaksian Mengenai Kejadian pada Usia 17 Tahun
Melalui utas yang dibagikan akun @aarummanis, seorang pelapor lain menceritakan pengalamannya yang terjadi saat ia masih berusia 17 tahun. Ia mengaku mendapatkan paksaan untuk melakukan tindakan seksual yang menimbulkan beban psikologis berat.Pelapor tersebut mengungkapkan rasa trauma dan bingung, terutama setelah mengetahui status pelaku yang sudah berkeluarga. Ia baru berani membagikan ceritanya sekarang setelah melihat pihak lain mulai bersuara di media sosial.

(Kesaksian korban dari kasus Mohan Hazian, dok. X/aarummanis)
Baca Juga :
Profil Mohan Hazian, Sosok di Balik Thanksinsomnia yang Terseret Kasus Dugaan Pelecehan Seksual
Dugaan Kejadian Delapan Tahun Lalu
Selain kejadian baru-baru ini, muncul juga pengakuan mengenai insiden serupa yang diduga terjadi sekitar delapan tahun silam. Pelapor menceritakan bahwa ia merasa terjebak dalam sebuah skema pemotretan yang sengaja dirancang untuk meninggalkannya berdua saja dengan pelaku di ruangan terkunci.Hingga saat ini, pelapor masih menganggap kejadian tersebut sebagai pengalaman kelam yang sulit dilupakan.
Another victim yang mau ceritanya dibagikan. Kejadian terjadi 8 Tahun lalu, terdapat pola yang sama yang dilakukan. Gambar kedua adalah ss chat korban dengan sahabatnya yang tahu akan kejadian tersebut. pic.twitter.com/BXlsCeQyYF
— Saa (@aarummanis) February 9, 2026
Interaksi Melalui Aplikasi Kencan
Kesaksian lain datang dari seorang individu yang mengaku mengenal pelaku melalui aplikasi kencan. Meski awalnya menggunakan identitas berbeda, pelapor kemudian menyadari sosok aslinya dan mencoba menjauh.Namun, pelapor mengaku mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan berupa teror di media sosial hingga ancaman melalui panggilan video. Pelapor sempat mencoba mengomunikasikan hal ini kepada pihak keluarga pelaku, namun tidak mendapatkan respons yang diharapkan.
Another korban lain yang reached out dengan modus dan kronologi berbeda. pic.twitter.com/1kbZr94N7E
— Saa (@aarummanis) February 9, 2026
Keluhan Terkait Pelecehan Verbal dan Manipulasi
Muncul pula pengakuan mengenai tindakan pelecehan secara verbal. Dalam kesaksian ini, pelapor merasa dimanipulasi melalui urusan pekerjaan, seperti penundaan pembayaran honor yang disertai dengan gangguan komunikasi yang mengarah pada percakapan tidak senonoh. Pelapor merasa dirugikan karena tindakan tersebut dianggap sebagai hal yang biasa dilakukan oleh pelaku kepada para modelnya.Another korban lain dengan kronologi berbeda. pic.twitter.com/IoHZoXhf9g
— Saa (@aarummanis) February 9, 2026
Pengakuan Insiden Tahun 2022
Kesaksian tambahan merujuk pada kejadian di tahun 2022. Pelapor menegaskan bahwa terdapat tindakan pemaksaan meskipun hubungan yang terjalin sejak awal murni bersifat profesional dan pertemanan. Setelah kejadian tersebut, pelapor memilih untuk memutus seluruh akses komunikasi karena pihak terlapor masih mencoba untuk menghubunginya kembali.Another victim yang sudah reached out dan memberi konsen ceritanya aku upload. My heart is breaking rn. Sedih banget. pic.twitter.com/5BPBgNaALR
— Saa (@aarummanis) February 9, 2026
Cek Berita dan Artikel yang lain di