Mohan Hazian (Foto: Instagram @mohanhazian)
Mohan Hazian (Foto: Instagram @mohanhazian)

Rangkuman Kesaksian Korban dalam Dugaan Kasus Pelecehan Mohan Hazian

Rafi Alvirtyantoro • 10 Februari 2026 12:46
Ringkasnya gini..
  • Rangkuman lengkap berbagai kesaksian pelapor terkait dugaan kasus pelecehan seksual yang menyeret nama Mohan Hazian dan viral di media sosial X.
  • Mohan Hazian secara tegas menyangkal seluruh tuduhan melalui pernyataan resmi di akun Instagram pribadinya sebelum unggahan tersebut dihapus.
  • Thanksinsomnia dan Shira Media resmi memutus hubungan kerja sama dengan Mohan Hazian pasca isu ini mencuat.
Jakarta: Kreator konten sekaligus pengusaha, Mohan Hazian, tengah menjadi perbincangan hangat di media sosial setelah terseret dalam dugaan kasus pelecehan dan kekerasan seksual. Isu ini mencuat setelah sejumlah pihak mulai berani bersuara di ruang publik dan mengaku sebagai korban.
 
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, @mohanhazian, pada Senin, 9 Februari 2026, Mohan Hazian diketahui sempat memberikan klarifikasi. Dalam unggahan yang kini telah dihapus tersebut, ia secara tegas menyangkal seluruh tuduhan yang dialamatkan kepadanya.
 
Meski demikian, dampak dari viralnya kasus ini mulai terlihat. Sejumlah mitra bisnis memutuskan untuk menghentikan kerja sama, mulai dari penerbit buku Shira Media hingga brand lokal Thanksinsomnia yang secara resmi telah menonaktifkan hubungan kerja dengan Mohan Hazian.

Berikut adalah rangkuman dari berbagai kesaksian yang beredar di media sosial terkait dugaan kasus tersebut:

Pengakuan Pemilik Akun @aarummanis

Pemilik akun X @aarummanis menjadi salah satu pihak pertama yang mengungkap dugaan pelecehan ini. Ia menceritakan pengalaman traumatis yang dialaminya saat sedang menjalani sesi pemotretan dengan seorang pemilik brand berinisial M.

Ia mengaku bahwa setelah sesi pemotretan berakhir, dirinya ditahan dan dipaksa secara fisik meski telah memberikan penolakan berulang kali. Kejadian tersebut meninggalkan trauma mendalam bagi pelapor, yang sempat merasa pesimis untuk mencari keadilan karena keterbatasan bukti fisik saat itu.
 
 

Kesaksian Mengenai Kejadian pada Usia 17 Tahun

Melalui utas yang dibagikan akun @aarummanis, seorang pelapor lain menceritakan pengalamannya yang terjadi saat ia masih berusia 17 tahun. Ia mengaku mendapatkan paksaan untuk melakukan tindakan seksual yang menimbulkan beban psikologis berat.
 
Pelapor tersebut mengungkapkan rasa trauma dan bingung, terutama setelah mengetahui status pelaku yang sudah berkeluarga. Ia baru berani membagikan ceritanya sekarang setelah melihat pihak lain mulai bersuara di media sosial.
 
Rangkuman Kesaksian Korban dalam Dugaan Kasus Pelecehan Mohan Hazian
 
(Kesaksian korban dari kasus Mohan Hazian, dok. X/aarummanis)
   

Dugaan Kejadian Delapan Tahun Lalu

Selain kejadian baru-baru ini, muncul juga pengakuan mengenai insiden serupa yang diduga terjadi sekitar delapan tahun silam. Pelapor menceritakan bahwa ia merasa terjebak dalam sebuah skema pemotretan yang sengaja dirancang untuk meninggalkannya berdua saja dengan pelaku di ruangan terkunci.
 
Hingga saat ini, pelapor masih menganggap kejadian tersebut sebagai pengalaman kelam yang sulit dilupakan.
 
 
 

Interaksi Melalui Aplikasi Kencan

Kesaksian lain datang dari seorang individu yang mengaku mengenal pelaku melalui aplikasi kencan. Meski awalnya menggunakan identitas berbeda, pelapor kemudian menyadari sosok aslinya dan mencoba menjauh.
 
Namun, pelapor mengaku mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan berupa teror di media sosial hingga ancaman melalui panggilan video. Pelapor sempat mencoba mengomunikasikan hal ini kepada pihak keluarga pelaku, namun tidak mendapatkan respons yang diharapkan.
 
 

   

Keluhan Terkait Pelecehan Verbal dan Manipulasi

Muncul pula pengakuan mengenai tindakan pelecehan secara verbal. Dalam kesaksian ini, pelapor merasa dimanipulasi melalui urusan pekerjaan, seperti penundaan pembayaran honor yang disertai dengan gangguan komunikasi yang mengarah pada percakapan tidak senonoh. Pelapor merasa dirugikan karena tindakan tersebut dianggap sebagai hal yang biasa dilakukan oleh pelaku kepada para modelnya.
 
 

Pengakuan Insiden Tahun 2022

Kesaksian tambahan merujuk pada kejadian di tahun 2022. Pelapor menegaskan bahwa terdapat tindakan pemaksaan meskipun hubungan yang terjalin sejak awal murni bersifat profesional dan pertemanan. Setelah kejadian tersebut, pelapor memilih untuk memutus seluruh akses komunikasi karena pihak terlapor masih mencoba untuk menghubunginya kembali.
 
 

 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA