IShowSpeed (Foto: Instagram/ishowspeed)
IShowSpeed (Foto: Instagram/ishowspeed)

FIFA Selidiki Insiden Rasisme yang Menimpa IShowSpeed

Agustinus Shindu Alpito • 09 Juli 2026 16:15
Ringkasnya gini..
  • FIFA menyelidiki dugaan aksi rasisme terhadap IShowSpeed saat laga Argentina melawan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026.
  • IShowSpeed diduga menerima ejekan rasis dari suporter saat meliput Piala Dunia 2026 bersama FIFA dan Fox Sports.
  • FIFA menegaskan kebijakan nol toleransi terhadap rasisme setelah insiden yang melibatkan IShowSpeed di Miami.
Jakarta: FIFA resmi menyelidiki dugaan aksi rasisme yang menimpa streamer asal Amerika Serikat, IShowSpeed, saat menghadiri pertandingan Piala Dunia 2026. Insiden ini terjadi dalam pertandingan Argentina melawan Tanjung Verde di Stadion Hard Rock, Miami, Florida, Jumat (3/7) waktu setempat.
 
Dalam video yang beredar, Darren Watkins Jr., atau yang lebih dikenal sebagai IShowSpeed, terlihat mengenakan jersey Tanjung Verde saat terlibat adu mulut dengan seorang pendukung Argentina di tribun.
 
Saat Speed meminta suporter tersebut mengulangi ucapannya, perempuan itu diduga melontarkan ejekan dalam bahasa Spanyol, "Pergilah menangis di kebun binatang."

YouTuber berusia 21 tahun itu dikenal sebagai penggemar berat Cristiano Ronaldo. Selama ini, ia juga kerap menunjukkan dukungannya kepada bintang asal Portugal tersebut, yang selama bertahun-tahun menjadi rival Lionel Messi.
 
Dalam turnamen ini, Speed bekerja sama dengan FIFA, Fox Sports, dan YouTube untuk meliput serta menyiarkan sejumlah pertandingan secara langsung. Presiden FIFA Gianni Infantino hingga pesepak bola legendaris Zlatan Ibrahimovic turut tampil dalam siarannya.
 

 
BBC melaporkan investigasi tersebut telah dimulai. Hingga kini, FIFA belum mengumumkan apakah akan menjatuhkan sanksi kepada suporter yang diduga melakukan aksi rasis tersebut.
 
"Piala Dunia FIFA adalah perayaan persatuan, keragaman, dan rasa hormat,” demikian bunyi pernyataan resmi FIFA, dikutip via akun X @fifamedia. 
 
“Ajang ini menyatukan orang-orang, budaya, dan komunitas dari seluruh dunia, dan siapa pun yang bertindak dengan cara yang merusak nilai-nilai ini tidak diterima dalam olahraga kami," sambungnya.
 
Insiden tersebut kembali memicu perbincangan mengenai rasisme di dunia sepak bola. Padahal, berbagai kampanye antisdiskriminasi telah lama digalakkan untuk menghapus praktik rasisme di stadion.
 
FIFA sendiri menegaskan tetap menerapkan kebijakan tanpa toleransi terhadap segala bentuk rasisme dan diskriminasi. Individu yang terbukti melakukan tindakan tersebut dapat dikenai sanksi sesuai regulasi yang berlaku.
 
(Nyimas Ratu Intan Harleysha)
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ASA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA