Ketika hadir di salah satu stasiun televisi nasional, Nanda menjelaskan awal mula pertemuan dengan Sarwendah. Ia ingat bagaimana Ruben yang secara langsung memintanya untuk bantu mengelola karier Sarwendah. Kala itu, mereka masih berstatus sebagai kekasih.
"Waktu itu, aku dihubungi sama Ruben. Ruben itu mantan artis aku juga, sahabat aku juga. Waktu itu lagi pacaran sama Wenda. Wenda itu baru keluar dari Cherrybelle. Nah, Ruben bilang, 'Pak, titip pacar gue dong, Wenda, bantu-bantuin manajerin'," tutur Nanda.
Sejak saat itu, ia dan Ruben membangun tim demi melejitkan karier Sarwendah di dunia hiburan.
Baca Juga :
Sering Dirumorkan Jadi James Bond, Idris Elba: Tak Semua Penonton Menerima Pria Kulit Hitam
Melonjaknya Popularitas Sarwendah
Eks manajer itu menilai bahwa kehadiran Sarwendah di berbagai program yang dipandu Ruben menjadi salah satu faktor yang membantu namanya mulai dikenal oleh publik. Popularitas ini pun turut mendapat dukungan penuh dari Ruben, menurut Nanda."Jadi exposure-nya secara cepat bisa dibentuk. Kebentuk karena sering tampil di media-media, di dalam acara programnya Ruben… Wenda yang aku kenal dulu Wenda yang baik. Wenda yang sangat di-support sama Ruben," jelas Nanda..
Terkait Kontroversi Ruben dan Sarwendah
Menanggapi kontroversi yang tengah berkembang, Nanda menilai publik wajar memberikan penilaian terhadap selebritas. Menurutnya, para selebritas memiliki pengaruh besar terhadap penggemar dan pengikut mereka di media sosial sehingga harus berhati-hati dalam bersikap."Publik pasti akan bereaksi, ketika melihat selebritas yang bersikap atau bertutur kata yang tidak pantas. Dan itu konsekuensi dari menjadi seorang public figure, itu ada pertanggungjawaban secara etik dan moral," kata Nanda.
"Karena mereka menjadi contoh, mereka punya fans, punya followers yang bisa berakibat meniru dan lain-lain. Dan ada tanggung jawab juga secara emosional menjaga sikap," imbuhnya.
Khawatir dengan Masa Depan Anak-Anak
Meski mengaku tidak mengikuti konflik yang terjadi antara Ruben dan Sarwendah secara mendalam, Nanda menyayangkan jika persoalan pribadi harus berkembang menjadi konsumsi publik melalui media sosial.Nanda menyebut hal yang paling dikhawatirkannya adalah dampak psikologis bagi anak-anak mereka di masa depan.
"Sangat menyayangkan ketika komunikasinya tidak terjalin dengan baik, akhirnya kan di media sosial. Jadi konsumsi publik… Karena bagaimanapun ini kan pasti berdampak. Jejak digital itu kan selalu ada. Nah itu sih yang aku khawatirin, bisa ke situ," pungkasnya.
(Nyimas Ratu Intan Harleysha)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News