dr. Tirta Mandhira Hudhi (Foto: dok. Volkswagen)
dr. Tirta Mandhira Hudhi (Foto: dok. Volkswagen)

Dokter Tirta Emosi, Warganet Sotoy Kritik Pernyataan Dokter Spesialis Jantung Terkait GERD

Basuki Rachmat • 27 Januari 2026 19:52
Jakarta: Influencer sekaligus pegiat gaya hidup sehat dr. Tirta Mandira Hudhi, atau yang akrab disapa dr. Tirta, kembali melontarkan kritik pedas. Kali ini, sorotan diarahkan kepada seorang warganet yang dinilainya sok tahu dan menyerang profesional medis terkait pernyataan soal GERD (gastroesophageal reflux disease) yang disebut tidak berkaitan langsung dengan penyakit jantung.
 
Polemik ini sendiri bermula dari unggahan dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, dr. Bobby Arfhan Anwar, SpJP (K), yang juga dikenal aktif sebagai konten kreator edukasi kesehatan di media sosial.
 
Dalam unggahannya di Threads, dr. Bobby menegaskan bahwa GERD tidak menyebabkan penyakit jantung, di tengah ramainya spekulasi publik pasca meninggalnya selebgram Lula Lahfah akibat henti jantung.

"GERD ga bikin sakit jantung. Udah itu aja," tulis akun Threads dr.bobbyjantung pada Sabtu, 24 Januari 2026.
 
Namun, pernyataan tersebut justru menuai perdebatan. Seorang warganet dengan akun Threads @jumozaa memberikan komentar bernada keras dan mempertanyakan kredibilitas pernyataan dr. Bobby dengan mengaitkannya pada kasus meninggalnya Lula Lahfah.
Dokter Tirta Emosi, Warganet Sotoy Kritik Pernyataan Dokter Spesialis Jantung Terkait GERD
 

"Nggak bikin sakit jantung tapi dada sesak, kematian lula henti nafas, henti nafas henti jantung karna kurangnya oksigen yg mengalir ke darah, darah tidak mengalir, jantung berhenti!!," tulis akun Threads @jumozaa di kolom komentar.
 
Tak berhenti di situ, ia bahkan menyarankan dr. Bobby untuk kembali mempelajari ilmu kedokteran, meski sang dokter merupakan spesialis jantung lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti.
 
"GERD anxiety memang nggak bikin sakit jantung tapi bisa berhubungan dengan jantung, belajar lagi deh dok!!," lanjutnya dengan nada pedas.

dr. Tirta Angkat Suara Karena Geram


Perdebatan tersebut kemudian memantik reaksi dari dr. Tirta. Melalui sebuah unggahan video di akun Instagram pribadinya, dokter yang akrab disapa Cipeng ini mengaku geram melihat sejawatnya diserang oleh warganet yang bukan dari tenaga profesional medis.
 
Dalam video tersebut, dr. Tirta menilai komentar tersebut telah melampaui batas dan merendahkan profesional medis yang memiliki kompetensi dan keilmuan jelas di bidangnya.
“Saya terpaksa banget buat video agak ngegas kayak gini gara-gara apa? Gara-gara sejawat saya nih senior-senior saya, dosen-dosen saya di bidang perjantungan digoblok-gobloki,” ujar dr. Tirta dalam videonya yang diunggah pada Minggu, 25 Januari 2026.
 
Sejalan dengan pernyataan dr. Bobby, dr. Tirta kembali menegaskan bahwa GERD tidak memiliki hubungan langsung dengan serangan jantung maupun henti jantung. Ia pun mengingatkan publik agar tidak menyebarkan kesimpulan medis tanpa dasar keilmuan yang jelas.
 
“Jadi asal kalian tahu yang namanya GERD lambung ya itu jauh banget hubungannya kalau bisa menyebabkan serangan jantung,” tuturnya melanjutkan.
 
Ia menjelaskan bahwa penyebab kematian mendadak umumnya berkaitan dengan organ vital tertentu seperti jantung dan otak.
 
“Yang bisa menyebabkan kematian dadakan itu benar-benar adalah terkait jantung biasanya, dan terkait otak,” ujar dr. Tirta.
 

dr. Tirta juga menyinggung gangguan irama jantung sebagai salah satu kondisi yang kerap luput dari perhatian karena minim gejala.
 
“Nah yang biasanya terjadi tapi nggak ada gejalanya tuh gangguan irama jantung mas, itu ada sub spesialisasi sendiri, gejalanya berdebar-debar enggak jelas ternyata ada gangguan irama jantung, akhirnya berlanjut jadi serangan jantung,” tuturnya.

dr. Tirta Edukasi soal GERD

Tak hanya sekadar marah-marah untuk meluapkan kekesalan, dr. Tirta turut memanfaatkan momentum ini untuk memberikan edukasi kepada masyarakat. 
 
Ia menjelaskan bahwa GERD merupakan kondisi naiknya asam lambung, yang secara medis tidak berkaitan langsung dengan fungsi jantung.
 
“GERD itu penyakit asam lambung naik mas itu nama awamnya,” ujar dr. Tirta.
 
Ia menambahkan bahwa keluhan seperti jantung berdebar saat GERD lebih disebabkan oleh rasa nyeri atau respons tubuh terhadap ketidaknyamanan, bukan karena gangguan irama jantung.
 
“Terus kok berdebar-debar ketika GERD, ya karena nyeri, tapi tidak langsung berhubungan dengan gangguan irama jantungnya, beda,” lanjutnya.
 
Menutup pernyataannya, dr. Tirta pun mengingatkan kepada warganet untuk bersikap bijak di media sosial dan tidak asal menyerang pendapat dari seseorang yang kompeten di bidangnya.
 
“Kamu ini enggak belajar ilmu kedokteran berasa kepinteran, goblok-goblokin dosen-dosen, senior-senior, sejawatku yang pintar-pintar,” tutup dr. Tirta.
 


 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan