Kabar meninggalnya Yadi dikonfirmasi oleh Joko Nugroho, rekan sekaligus juniornya di Institut Kesenian Jakarta (IKJ), melalui unggahan di akun Instagram pribadinya.
"RIP Yadi Timo (Yadi Mulyadi). 12 Februari 1960 - 16 Oktober 2026," tulis Joko melalui akun Instagram @jokonugroho2115, dikutip Medcom.id pada Jumat, 16 Oktober 2026.
Joko juga menyampaikan penghormatan terakhir kepada Yadi yang telah mendedikasikan hidupnya untuk dunia seni pertunjukan dan perfilman Indonesia.
"Selamat beristirahat Day, terima kasih atas dedikasimu pada panggung teater dan sinema Indonesia," tutupnya.
Ucapan belasungkawa turut disampaikan sutradara Hanung Bramantyo melalui unggahan Instagram Story. Hanung mengenang Yadi sebagai sosok guru dan senior yang memiliki peran penting dalam perjalanan awal kariernya di dunia perfilman.
"Ya Allah, guruku, seniorku, aktorku di awal-awal karierku. Selamat jalan bang," tulis Hanung.
Perjalanan Karier Yadi Timo
Nama Yadi Timo dikenal luas oleh penonton Indonesia melalui perannya sebagai penculik dalam film Petualangan Sherina. Penampilannya dalam film tersebut menjadi salah satu peran yang melekat dalam ingatan penonton.
Selain berkiprah di layar lebar, Yadi juga aktif membintangi berbagai sinetron televisi. Ia kerap dipercaya memerankan karakter antagonis dalam sejumlah judul, di antaranya Buku Harian Nayla, Bukan Cinderella Biasa, Ratu di Hatiku, dan Cahaya Hati.
Kepergian Yadi Timo menjadi kehilangan bagi dunia seni peran Indonesia. Dedikasinya di panggung teater, film, dan televisi meninggalkan jejak dalam perjalanan seni pertunjukan Tanah Air.