Baim Wong menceritakan perjuangannya membangun usaha sendiri setelah keluar dari salah satu rumah produksi besar di Indonesia, Sinemart.
Masa sulit tersebut berlangsung antara tahun 2018 hingga 2020. Bahkan, ia sempat tidak mampu membayar cicilan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) miliknya.
"Antara 2018 sampai 2020, tapi bulannya saya ingat bulan Februari. Karena saya keluar dari Sinemart, saya keluar, habis itu saya berjuang sendiri, ya di situ saya nggak bisa bayar KPR," ungkap Baim Wong kepada awak media belum lama ini.
Rentetan Kebangkrutan Bisnis
Kondisi tersebut kian memprihatinkan lantaran bisnis restoran yang ia jalankan gulung tikar. Baim mengaku kerap mengalami kebangkrutan hingga tahun 2020."Saya sebenarnya banyak bangkrutnya itu di restoran. Saya buka restoran bangkrut terus dari tahun 2007 sampai 2020. Uangnya itu kebanyakan habis di situ," tutur Baim Wong.
Mantan suami Paula Verhoeven ini merasa situasinya semakin berat karena ia enggan meminta bantuan finansial kepada orang tuanya. Ia mengaku tidak terbiasa mengandalkan keluarga dalam urusan keuangan.
“Susahnya itu karena gak pernah minta lagi uang dari Papa Mama, ya itu doang. Gak terbiasa untuk minta yang akhirnya gak punya uang,” ujar Baim Wong.
Baca Juga :
Canda Baim Wong Spill Honor Pemain Filmnya: Asri Welas Rp7 Miliar, Reza Rahadian 2 Lamborghini
YouTube Sebagai Titik Balik
Demi menyambung hidup dan mengatasi masalah keuangan, Baim bahkan hampir menjual mobil mewahnya.“(Saya) maunya jual barang. Mobil Alphard saya ingat banget saya sudah mau jual," tambah Baim Wong.
Namun, keadaan mulai membaik saat Baim mengenal platform YouTube dan berkarier sebagai kreator konten. Namanya kian melambung berkat berbagai unggahan di saluran pribadinya, termasuk video eksperimen sosial dan aksi jenaka.
Baim menjelaskan bahwa konten-konten tersebut awalnya dibuat hanya untuk menghibur orang lain. Ia tidak menyangka bahwa langkah iseng tersebut menjadi titik balik besar dalam hidupnya.
"Sangat, sangat (YouTube jadi titik balik). Dari gak ada kerjaan sampai buat YouTube karena gak ada kerjaan. Gak sengaja. Karena kan kita juga buat kontennya ya memang iseng, memang suka bagi-bagi buat orang senang," jelas Baim Wong.
Ekspansi ke Dunia Sutradara
Setelah sukses sebagai kreator konten, Baim Wong melebarkan sayap menjadi sutradara melalui film Lembayung pada tahun 2024. Kini, ia semakin produktif menggarap berbagai proyek layar lebar, termasuk film Sukma (2025) dan karya terbarunya, Semua Akan Baik-baik Saja (2026).Baca Juga :
Ajak Anak Berkebutuhan Khusus di Film Semua Akan Baik-Baik Saja, Baim Wong Dibikin Takjub
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News