Pengalaman itu terjadi saat Soleh menghadiri laga eksibisi antara Barcelona Legends melawan DRX World yang digelar pada Sabtu, 18 April 2026. Momen ini menjadi istimewa karena bagi Soleh, ini adalah kali kedua dalam seumur hidupnya ia menonton sepak bola di stadion.
Hal itu diungkapkan oleh Soleh melalui sebuah utas keterangan dalam unggahan terbarunya di Instagram pada Minggu, 19 April 2026.
"Sabtu (18/4) kemarin, pertama kalinya saya ke Gelora Bung Karno buat nonton pertandingan bola. Bukan buat nonton konser. Itu juga kedua kalinya saya nonton pertandingan bola di stadion. Yang pertama, kira-kira 1998 atau 1999, nonton Persib di Stadion Siliwangi, Bandung. Itu pun demi mengerjakan tugas Pengantar Ilmu Fotografi, jadi saya lebih banyak motret suasana di stadion, bukan fokus ke pertandingan," tulis Soleh.
Mantan jurnalis musik di Rolling Stone Indonesia itu menjelaskan bahwa kehadirannya kali ini murni untuk menemani sang anak yang menggemari sepak bola, khususnya klub Real Madrid.
"Anak saya yang pertama, Iggy, suka bola. Bukan pengaruh saya tentunya, karena saya tak pernah nonton atau membicarakan sepakbola di rumah. Dia suka Real Madrid. Makanya waktu diumumkan ada pertandingan eksibisi antara pemain-pemain tua Real Madrid VS Barcelona, dia minta nonton," ungkapnya.
Namun, harapan Iggy untuk menyaksikan para legenda Real Madrid harus pupus. Tim tersebut batal hadir akibat kendala penerbangan yang dipicu situasi geopolitik di Timur Tengah.
Sebagai pengganti, pertandingan menghadirkan tim DRX World yang diperkuat sejumlah legenda sepak bola dunia seperti Alessandro Del Piero, Franck Ribéry, Fabio Cannavaro, Claude Makélélé, David Silva, hingga John Arne Riise. Tim ini juga dimanajeri oleh legenda Brasil, Ronaldo Nazário.
Perihal jalannya pertandingan nampaknya Soleh tak terlalu peduli karena dirinya bukan penikmat sepak bola. Bagi dirinya, daya tarik utama menonton di stadion bukan terletak pada pertandingan, melainkan atmosfer yang tercipta dari para penonton.
"Ternyata yang menyenangkan dari nonton bola di stadion buat saya yang tak suka bola adalah suasananya. Reaksi penontonnya. Meriah. Stadion kosong pun, masih terasa meriah.Pertandingannya mah saya kurang peduli. Nonton lama tapi tak tau kapan bakal ada gol. Dari 3 gol, lumayan lah, 2 sempat terekam," ungkap Soleh.
Ia pun menutup ceritanya dengan percakapan ringan bersama sang anak sepulang dari stadion, yang kembali menegaskan perbedaan sudut pandang keduanya soal sepak bola.
"'Kalo ada Madrid, Barcelona gak mungkin bisa menang 3 nol, Pak' kata Iggy di perjalanan pulang. Seperti biasa, ketika anak saya ngajak ngobrol soal sepakbola, saya tak banyak bicara," tutup Soleh Solihun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News