Diketahui bahwa helikopter tersebut sedang ditumpangi Raffi Ahmad bersama seorang pengusaha asal Bali, Gusti Ngurah Anom atau Ajik Krisna, dan manajernya, Prio Bagja Anugrah. Peristiwa menegangkan itu terjadi di wilayah Desa Bantiran, Kecamatan Pupuan, Tabanan, Bali Utara, Kamis (15/1) lalu.
Ketika ditemui awak media di kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Kamis (22/1), Raffi Ahmad memberikan kesaksiannya sebagai penumpang helikopter tersebut. Momen menegangkan itu dipicu oleh cuaca buruk yang melanda Indonesia akhir-akhir ini.
“Ya, namanya juga hidup, jadi harus banyak-banyak berdoa. Memang cuaca juga tidak lagi (mendukung). Yang paling penting jaga kesehatan semuanya, dan banyak-banyak berdoa," tutur Raffi Ahmad.
Pemilik RANS Entertainment itu tetap menanggapi insiden itu dengan tenang. Ia menyebut kejadian yang telah berlalu merupakan bagian dari kehidupan yang harus disikapi dengan doa dan kehati-hatian. Ia pun bersyukur masih diberi keselamatan.
"Ya begitulah, tapi, Alhamdulillah, masih dijaga sama Allah SWT dan masih selamat," tambahnya.
Oleh karena itu, artis yang dijuluki Sultan Andara mengaku tak mau berlarut-larut dalam rasa takut dan trauma terkait insiden yang dialaminya di Bali. la yakin bahwa hidup dan mati adalah kehendak Tuhan.
"Kalau saya, sih, orangnya, ya sudahlah. Hidup mati kita, kan, di tangan Allah, ya. Yang penting kita banyak-banyak berdoa saja. Cuaca lagi hujan, lagi kurang bagus, jadi harus hati-hati. Ini sekarang saya mau keluar kota lagi," pungkas Raffi.
Sebelum helikopter terbang, mereka sudah berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait cuaca hari itu. Meski cuaca dikabarkan kurang mendukung, penerbangan tetap dijalankan karena Raffi Ahmad tidak memiliki waktu selain hari tersebut.
Ajik Krisna mengklaim penerbangan itu bertujuan untuk mengecek progres pembangunan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di daerah Bali Utara.
(Nyimas Ratu Intan Harleysha)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News