Diketahui bahwa helikopter tersebut sedang ditumpangi Raffi Ahmad bersama seorang pengusaha asal Bali, Gusti Ngurah Anom atau Ajik Krisna. Peristiwa menegangkan itu terjadi di wilayah Desa Bantiran, Kecamatan Pupuan, Tabanan, Bali Utara, Kamis (15/1) waktu setempat.
Melansir pada video di akun TikTok @tinimuetz, terlihat sebuah helikopter terbang tidak stabil di langit kelabu di atas area persawahan dan permukiman warga.
Ajik Krisna pun menceritakan kronologi kejadian lewat akun TikTok resmi Krisna Oleh-Oleh Bali @krisnaoleholehbali pada Sabtu (17/1). Sebelum helikopter terbang, mereka sudah berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait cuaca hari itu.
Meski cuaca dikabarkan kurang mendukung, penerbangan tetap dijalankan karena Raffi Ahmad tidak memiliki waktu selain hari tersebut. Anom mengklaim penerbangan itu bertujuan untuk mengecek progres pembangunan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di daerah Bali Utara.
"Jadi, sudah berkoordinasi dengan teman-teman di BMKG. Memang cuacanya lagi kurang bagus. Nah, tetapi karena waktunya Raffi hanya ada kemarin untuk ke Bali dan berkunjung ke Bali Utara melihat persiapan pembangunan lahan UMKM, jadi, mau nggak mau, ya, kita berkoordinasi dengan pihak helikopter," ujar Anom.
Pengusaha tersebut menjelaskan bahwa kondisi cuaca masih kondusif pada pagi hari, meski sedikit berawan. Raffi Ahmad mendarat di Bandara Ngurah Rai sekitar pukul 07.30 WITA dan langsung melanjutkan perjalanan menggunakan helikopter menuju Bali Utara.
Cuaca mulai mendung disertai gerimis sekitar pukul 10.00 WITA. Dikarenakan jadwal Raffi Ahmad yang mengharuskannya kembali ke Solo pukul 11.00 WITA, penerbangan balik dari Bali Utara ke Bandara Ngurah Rai tetap dipaksakan.
"Nah, begitu balik dari Bali Utara kurang lebih jam 10.00, memang cuaca sudah agak mendung dan agak gerimis. Karena Raffi harus balik jam 11.00 itu ke Solo, mau nggak mau kita melanjutkan penerbangan dari Bali Utara," kata Anom.
Anom juga mengenang bagaimana mencekamnya cuaca dan kondisi di dalam helikopter saat gangguan terjadi. Penerbangan masih berjalan normal pada lima menit pertama. Namun, helikopter tiba-tiba memasuki kabut yang sangat tebal dan para penumpang diselimuti ketegangan.
"Kabut terlalu gelap. Sangat gelap. Bahkan apapun, kami nggak lihat. Sama sekali nggak ngelihat apa di bawah itu. Semua itu gelap hanya kabut aja. Nah, kurang lebih sepuluh menit pesawat itu, helikopter itu berputar, putar, putar. Nah, saya sendiri sangat tegang waktu itu," ceritanya.
Perasaan takut dan cemas Anom pun bercampur aduk dan tak bisa dibendung. Meski ia dan rombongan sempat meminta agar dilakukan pendaratan darurat, sang pilot meyakinkan bahwa kondisi masih aman sehingga penerbangan bisa dilanjutkan. Anom pun mengapresiasi pengalaman pilot dalam menghadapi situasi ini.
"Nah, waktu itu pilot bilang aman, baik-baik saja. Masih aman dan di sini saya harus acungkan jempol dan berterima kasih kepada pilot. Pilotnya sangat jago dan ternyata dia sudah pengalaman terbang sangat tinggi," tambahnya.
Anom juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang menyaksikan helikopter tersebut berputar-putar di atas permukiman dan ikut mendoakan keselamatan mereka.
Senada dengan Anom, video tersebut dibagikan ulang oleh Prio Bagja Anugrah selaku manajer Raffi Ahmad lewat akun Instagram-nya @priotralala, Jumat lalu (16/1). Dirinya memperlihatkan momen sebelum helikopter mereka dilanda cuaca buruk. Terlihat bahwa ada tiga penumpang lainnya saat insiden terjadi.
“Alhamdulillah Allah masih berikan kami keselamatan. Tetap tenang dalam kondisi apapun. Berusaha, berserah, dan berpasrah,” ungkapnya.
Menyaksikan para warga berhamburan ketika helikopter mereka semakin dengan dengan daratan membuat Prio dan rombongan hanya bisa pasrah. Namun, manajer tersebut berterima kasih kepada pilot yang terus berupaya membawa mereka keluar dari serbuan kabut tebal serta kepada Raffi Ahmad yang tak berhenti menenangkan para penumpang.
(Nyimas Ratu Intan Harleysha)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News