Ilustrasi bioskop (Foto: gettyimages)
Ilustrasi bioskop (Foto: gettyimages)

HARI FILM NASIONAL

Korona Bikin Bioskop Merugi

Hiburan montase film Hari Film Nasional
Dhaifurrakhman Abas • 30 Maret 2020 07:00
Penyebaran wabah virus korona menganggu stabilitas ekonomi berbagai sektor usaha di Tanah Air. Termasuk bidang usaha perseroan yang bergerak di sektor hiburan macam bioskop.
 
PT Graha Layar Prima Tbk (BLTZ), pemilik dan operator CGV Cinemas di Indonesia menjadi salah satu perseroan yang mengungumkan kerugian yang dirasakan imbas korona. Puluhan bioskop CGV terpaksa ditutup dua pekan terhitung Senin 23 Maret 2020.
 
"Saat ini lebih dari 65 lokasi CGV sudah kami tutup," kata Sales & Marketing Head Graha Layar Prima, Manael Sudarman, saat berbincang dengan Medcom.id, Sabtu 28 Maret 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Aturan ini tertuang dalam Surat Edaran Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta No 60/SE/2020 tentang Penutupan Sementara Kegiatan Operasional Industri Pariwisata Dalam Upaya Kewaspadaan Terhadap Penularan Infeksi Corona Virus Disease (Covid-19).
 
Penutupan sementara ini juga untuk memastikan keamanan dan kesehatan warga Jakarta termasuk para staf CGV. Selanjutnya, pihak bioskop akan terus memonitor situasi terkini tentang perkembangan Covid-19 di Indonesia, sambil menunggu instruksi pemerintah terkait beroperasi kembalinya bioskop hingga situasi aman dan kondusif.
 
Manael menegaskan, pihaknya mesti manut dengan aturan yang dicanangkan tersebut. Meskipun dampaknya tentu membuat perseroan ini rugi besar.
 
Merugi Sejak Imbauan WFH
 
Pendapatan PT Graha Layar Prima Tbk mulai terasa goyah semenjak diberlakukannya kebijakan social distancing oleh pemerintah pusat dan daerah di bulan Maret. Jumlah penonton CGV Cinemas mulai anjlok pada pertengahan bulan.
 
"Dengan adanya imbauan pemerintah untuk social distancing, menjauhi tempat tempat umum, tidak berkumpul di suatu tempat, ditambah lagi dengan adanya beberapa jadwal rilis film yang ditunda, hasilnya tentu ada penurunan pengunjung," ujar Manael tempo hari, mengutip berbagai sumber.
 
Korona Bikin Bioskop Merugi
Bioskop CGV (Foto: dok. cgv)
 
Kontan hal ini membuat animo masyarakat menuju bioskop berkurang seketika. Imbasnya, Manael menjelaskan, ini membuat CGV harus memberlakukan kebijakan mengurangi jam operasionalnya dengan adanya fenomena wabah virus korona.
 
"Jika mal mengurangi jam operasionalnya tentunya kami juga akan menyesuaikan. Sejauh ini ada beberapa mal yang sudah mengurangi jam operasionalnya. Jadi kami mengikuti, dengan juga mengurangi jam operasional, rata-rata menjadi 3-4 showtime dari sebelumnya 5-6 showtime," terang dia.
 
Perkara kerugian juga dijelaskan Public Relations Manager CGV Cinemas Indonesia Hariman Chalid. Terlebih ketika PT Graha Layar Prima Tbk menutup lebih dari 65 bioskopnya dimulai pada 23 Maret 2020. Hal ini tentu berdampak menghilangkan revenue, sementara biaya operasional terus berjalan.
 
"Sudah pasti ada kerugian. Karena tidak ada revenue masuk dari pembelian tiket, pembelian makan dan minum, merchandise, iklan, dan sebagainya. Tidak ada revenue ditambah operasional cost yang berjalan, sama dengan rugi,” ujar Hariman kepada Medcom.id.
 
Akan tetapi Hariman belum mendetail berapa jumlah penurunan penonton dan kerugian yang mereka alami. Pihaknya masih menghitung data kerugian yang dirasakan imbas wabah korona.
 
"Kalau kerugian kita belum bisa sampaikan informasinya.Ruginya berapa ini masih dalam hitungan. Karena waktu tutupnya ini kan beda beda. Ada yang sudah tutup dari pekan lalu. Ada yang tutup mulai Senin lalu, ada yang dari Rabu, Kamis. Dan kapan untuk buka kembali juga belum tahu pasti,” papar dia.
 
Upaya Mitigasi
 
Meski tidak menyebutkan angka pasti kerugian perseroan, namun Hariaman menegaskan, pihaknya tengah menyusun strategi untuk menutup keran kerugian. Pihaknya tengah menyodorkan permohonan mitigasi terhadap pemerintah untuk mengurangi kerugian yang diakibatkan penutupan pemutaran film.
 
"Kami siap untuk duduk bersama dengan regulator dan instansi pemerintah terkait untuk merumuskan protokol mitigasi terbaik agar operasional bioskop tetap berjalan," ucap dia
 
Apabila dipandang perlu, pihaknya juga mengharapkan pemberian insentif finansial di berbagai bioskop darah. Dia mencontohkan, salah satu permohonan itu dengan pengurangan pajak tontonan film menjadi maksimum sepuluh persen.
 
"Ini diharapkan bisa menciptakan kesetaraan antar daerah mengingat sejatinya film diputar di seluruh wilayah Indonesia pada dasarnya sama, dan tidak perlu dibedakan pengenaan pajaknya seperti yang selama ini sudah berjalan untuk pajak restoran dan hotel yang juga menjadi pendapatan daerah," tegasnya.
 
Korona Bikin Bioskop Merugi
Bioskop sepi karena virus korona (Foto: ist)
 
Hariman berharap permintaan yang diajukan bisa dilaksanakan segera mungkin. Mengingat film sebagai karya seni dan budaya memiliki peran dalam peningkatan ketahanan nasional.
 
"Bahwa sesuai dengan konsideran a. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2009 tentang Perfilman (UU Perfilman) bahwa film sebagai karya seni budaya memiliki peran strategis dalam peningkatan ketahanan budaya bangsa dan kesejahteraan masyarakat lahir batin untuk memperkuat ketahanan nasional dan karena itu negara bertanggung jawab memajukan perfilman," tandas dia.
 

 

(ELG)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif