Kylie Jenner (Foto: Instagram/kyliejenner)
Kylie Jenner (Foto: Instagram/kyliejenner)

Kylie Jenner Digugat Mantan ART atas Dugaan Pelecehan dan Diskriminasi

Rafi Alvirtyantoro • 22 April 2026 20:15
Ringkasnya gini..
  • Mantan ART Kylie Jenner, Angelica Vazquez, menggugat atas dugaan pelecehan, diskriminasi, dan pemecatan sepihak terkait kerja 2024-2025.
  • Angelica mengaku dikucilkan dan diberi tugas berat di rumah Kylie Jenner, serta dipermalukan karena ras, agama, dan status imigrasi.
  • Gugatan menyebut dampak stres berat hingga gejala PTSD, Angelica menuntut ganti rugi punitif serta pembayaran upah, tunjangan, dan cuti sakit yang ditahan.
Jakarta: Model Kylie Jenner menghadapi gugatan hukum dari mantan asisten rumah tangganya (ART) atas dugaan pelecehan, diskriminasi, dan pemutusan hubungan kerja sepihak.
 
Melansir dari People, mantan ART bernama Angelica Vazquez resmi mengajukan gugatan terhadap Kylie Jenner beserta dua perusahaan, Tri Star Services dan Maison Family Services, pada Jumat, 17 April 2026, waktu setempat.

Lingkungan Kerja yang Tak Ramah

Dalam dokumen gugatannya, Angelica Vazquez mengaku diperlakukan dengan penuh permusuhan dan dikucilkan sejak hari pertama bekerja. Ia diketahui bekerja mulai September 2024 hingga Agustus 2025.
 
Meski Kylie Jenner tercatat sebagai pihak tergugat, namanya tidak disebutkan secara spesifik melakukan tindakan tersebut secara langsung di dalam berkas gugatan.
Angelica Vazquez menyatakan bahwa dirinya merupakan korban pelecehan berat yang dilakukan secara terus-menerus oleh rekan kerja dan kepala ART di kediaman Kylie Jenner yang berlokasi di Hidden Hills.

Ia merasa rutin diberikan tugas paling berat dan tidak menyenangkan, dikucilkan dari tim, serta dipermalukan di depan umum karena faktor ras, asal negara, dan agama.

Dugaan Diskriminasi dan Kekerasan Verbal

Angelica Vazquez juga mengklaim adanya komentar diskriminatif serta merendahkan terkait agama dan status imigrasinya. Hal ini dianggap telah menciptakan lingkungan kerja yang sangat toksik dan penuh kekerasan verbal.
 
Diketahui, Angelica Vazquez merupakan perempuan asal Salvador dan pemeluk agama Katolik yang taat.
 
Mantan ART tersebut menyayangkan tidak adanya tindakan korektif dari pihak manajemen. Menurutnya, aduannya justru dianggap remeh, diejek, atau diabaikan oleh pihak perusahaan yang menaunginya.
 
Situasi dikabarkan kian memanas pada Maret 2025, ketika seorang pengawas diduga melemparkan gantungan baju ke arah kakinya sambil memarahinya secara kasar.

Dampak Psikologis dan Tuntutan Ganti Rugi

Akibat perlakuan tersebut, Angelica Vazquez mengaku mengalami gangguan kecemasan, stres berat, hingga gejala yang menyerupai gangguan stres pascatrauma (PTSD). Ia juga mengeklaim mengalami kerugian finansial akibat pemotongan upah setelah ia mengajukan komplain resmi.
 
Angelica Vazquez sempat mengambil cuti medis pada Juli 2025 sebelum akhirnya memutuskan untuk mengundurkan diri pada bulan berikutnya karena merasa kondisi kerja sudah tidak dapat ditoleransi lagi.
 
Kini, Angelica Vazquez menuntut ganti rugi punitif serta restitusi berupa pembayaran upah yang belum dibayarkan, tunjangan jam istirahat dan makan, penggantian biaya operasional, serta cuti sakit yang tidak dibayar.
 
Ia juga menuntut kompensasi lainnya yang dianggap telah ditahan secara melawan hukum.
 
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA