Taylor Swift diketahui telah mengajukan tiga permohonan merek dagang di Amerika Serikat. Salah satunya mencakup penggunaan foto dirinya saat tampil di panggung Eras Tour.
Berdasarkan dokumen permohonan tersebut, foto yang dipilih untuk merepresentasikan citra Swift memperlihatkan dirinya di atas panggung sambil "memegang gitar merah muda dengan tali hitam, mengenakan bodysuit berkilau warna-warni, dan sepatu bot perak."
Foto tersebut sebelumnya digunakan sebagai materi promosi resmi untuk film Eras Tour di Disney+.
Perlindungan Suara dan Citra Visual
Sementara itu, dua permohonan lainnya berupa klip audio saat ia memperkenalkan diri dalam promosi album terbarunya. Ia mendaftarkan merek dagang untuk rekaman suaranya yang mengucapkan, "Hey, it's Taylor" dan "Hey, it's Taylor Swift".Klip audio tersebut diambil saat ia melakukan promosi untuk Spotify dan Amazon Music untuk albumnya yang bertajuk The Life of a Showgirl yang dirilis pada 3 Oktober 2025.
Meski foto dan klip suara tersebut tidak disalin secara langsung, pengacara merek dagang Josh Gerben menilai bahwa pendaftaran ini tetap memungkinkan Swift untuk menghentikan penggunaan citra dan suaranya secara umum oleh AI.
"Dengan mendaftarkan frasa spesifik yang melekat pada suaranya, Swift berpotensi menggugat tidak hanya replika identik, tetapi juga tiruan yang 'sangat mirip'—sebuah standar utama dalam hukum merek dagang," tulis Josh Gerben dikutip dari blog pribadinya pada Selasa, 28 April 2026.
"Secara teori, jika muncul gugatan terkait penggunaan suara Swift oleh AI, ia dapat mengklaim bahwa setiap penggunaan suara yang terdengar mirip dengan merek dagang terdaftar tersebut telah melanggar haknya,” lanjutnya.
Dasar Hukum Melawan Konten AI
Hal yang sama berlaku untuk citra visualnya. Jika seseorang menciptakan versi AI Taylor Swift yang mengenakan jumpsuit sambil memegang gitar, atau apa pun yang menyerupai itu, maka Taylor Swift memiliki dasar hukum merek dagang yang kuat di tingkat federal.Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai versi Taylor Swift yang dihasilkan AI terus bermunculan. Mulai dari gambar tidak senonoh hingga iklan kampanye palsu yang seolah-olah memperlihatkan dirinya mendukung Donald Trump.
Langkah ini menyusul aktor Matthew McConaughey yang awal tahun ini menjadi selebritas pertama yang memanfaatkan aturan merek dagang untuk memproteksi suara dan citranya dari penyalahgunaan AI.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News