Kakak kandung Raisa, Rinaldi Nurpratama turut mengumumkan kabar ini lewat unggahan Instastory akunnya @rinaldinurpratama. Ria Mariaty akan dimakamkan di Rumah Duka daerah Cinere, Jakarta Selatan. Pihak keluarga meminta doa dan kekuatan bagi mereka yang ditinggalkan.
Lantas, siapa sosok Ria Mariaty ini? Simak informasi sebagai berikut.
Profil Ria Mariaty
Ria Mariaty berasal dari garis keturunan Sunda dan lahir pada 7 Juli 1960. Ia pun menikah dengan Allan Nurichsan Rachman yang memiliki garis keturunan Belanda dan dikaruniai dua orang anak: Rinaldi Nurpratama dan Raisa Andriana. Ria yang beragama Islam adalah anak dari sosok Rachmat Ardiwinangoen. Ria didiagnosis menderita kanker pada Desember 2024.Anak pertama sekaligus kakak Raisa, Rinaldi, aktif membagikan perkembangan kesehatan sang ibu lewat media sosialnya. Sejak pertengahan tahun 2024, pihak keluarga membawa Ria ke rumah sakit untuk menjalani tes skrining kanker.
Kemudian, ia mulai mengalami batuk yang tak kunjung sembuh. Parahnya, ini berlangsung selama satu bulan. Ia kembali dibawa ke rumah sakit dan dinyatakan mengidap penyakit infeksi paru-paru, tuberkulosis (TBC). Perempuan berusia 65 tahun itu pun harus menjalani rawat inap selama dua pekan.
“Dia didiagnosis TBC dan sempat dirawat dua pekan di rumah sakit,” ungkap Rinaldi.
Setelah dikeluarkan dari rumah sakit, Ria mulai menunjukkan efek samping dari pengobatan TBC tersebut. Ia pun mengalami mual, muntah, perut kembung, hingga pusing selama tiga hari ke depan. Akhirnya, pihak keluarga pun balik ke rumah sakit.
Pada bulan Desember tahun lalu, ia kembali menjalani serangkaian tes dari dokter hingga resmi didiagnosis mengidap kanker paru-paru stadium akhir atau stadium empat. Kanker paru-paru adalah jenis kanker yang bermula di paru-paru dan dapat menyebar ke area tubuh lainnya. Penyebaran juga terjadi pada tubuh sang ibu.
Rinaldi membeberkan informasi ini lewat akun Instagram-nya pada Januari tahun ini. Beberapa bulan kemudian, Ria mulai menjalani pengobatan kanker dengan kemoterapi. Program tersebut dinilai sukses sebab banyak aktivitas sel kanker yang berkurang bahkan mengecil. Selain menjalani kemoterapi yang mematikan sel kanker, Ria juga mengikuti prosedur imunoterapi untuk menaikkan kekebalan tubuh yang mampu mengenali sel tersebut.Di bulan September, hasil pemindaian sel kanker lewat PET Scan menunjukkan kalau banyak sel kanker sudah tidak aktif. Namun, tiba-tiba Ibu Ria merasa sesak sehingga pihak keluarga mengantarnya untuk kembali imunoterapi ke-12. Setelah 5 hari tidak ada peningkatan, Ria dinyatakan masuk Unit Perawatan Intensif Tingkat Tinggi (HCU) dan dipasang ventilator untuk membantu pernapasannya yang terus memburuk. Ditambah, ia juga memiliki asma.
.png)
Setelah pemantauan intensif oleh dokter, ditemukan adanya masalah di saluran pernapasan Ria yang mengharuskan prosedur operasi. Bahkan, setelah operasi, ia harus menjalani radioterapi agar sembuh. Ria pun dipindahkan ke RS Dharmais pada 25 September. Meski semua ini tidak mudah, semangatnya untuk sembuh tak pernah surut dan membuat anak-anaknya bangga.
"Di balik penderitaan dan sakitnya ventilator, kami dipertontonkan kekuatan dan daya juang luar biasa dari Ibu. Setiap hari Ibu bersemangat menjalani radioterapi dan tindakan medis untuk melawan penyakitnya. Dalam 38 tahun saya hidup melihat Ibu, inilah perjuangan terhebatnya. Ibu ga mau kalah, Ibu mau menang," tulis Rinaldi kala itu.
(Nyimas Ratu Intan Harleysha)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
Viral! 18 Kampus ternama memberikan beasiswa full sampai lulus untuk S1 dan S2 di Beasiswa OSC. Info lebih lengkap klik : osc.medcom.id