Tukang Cilok Novi Chindo (Foto: X)
Tukang Cilok Novi Chindo (Foto: X)

Heboh Video Pedagang Cilok dan “Novi Chindo"

Basuki Rachmat • 18 Mei 2026 12:36
Ringkasnya gini..
  • Video viral pedagang cilok dan wanita pembeli memicu kontroversi serta spekulasi warganet di media sosial.
  • Warganet soroti video “Novi Chindo” dan pedagang cilok yang dinilai mengandung unsur sensasional demi konten viral.
  • Publik diimbau waspada terhadap link mencurigakan usai viral video kontroversial pedagang cilok di media sosial.
Jakarta: Jagat media sosial kembali dihebohkan dengan beredarnya sebuah video kontroversial yang melibatkan seorang pedagang cilok keliling dan seorang wanita pembeli. Video bernarasi sensual tersebut langsung memancing reaksi keras dan menjadi buah bibir di kalangan warganet.
 
Dalam potongan klip yang beredar luas, terlihat seorang wanita pembeli berada di dalam mobil yang sengaja menepi di bahu jalan, tepat di tempat seorang pedagang cilok sedang mangkal. 
Wanita yang belakangan dijuluki netizen sebagai "Novi Chindo" itu kemudian memesan cilok dari dalam kendaraannya.
 
Pada awal video, proses transaksi tampak berjalan normal seperti biasa. Namun, atmosfer berubah tidak wajar saat pedagang cilok menyerahkan pesanan ke dalam mobil. 
Kamera menangkap momen di mana tangan sang pedagang berada di area sensitif wanita tersebut.
 
Alih-alih memicu simpati atas dugaan pelecehan, video ini justru menuai kecurigaan mendalam dari para warganet. Banyak warganet menduga kuat bahwa aksi tersebut merupakan tindakan yang disengaja oleh sang pembeli demi kebutuhan konten semata. 

Warganet menuding wanita tersebut sengaja menargetkan pedagang kecil untuk membuat konten dewasa.
 
Bahkan, kini beredar narasi liar di lini masa yang menyebut adanya tawaran tidak biasa dari sang pembeli kepada pedagang, hingga memunculkan istilah kontroversial "bebas remas".
 
Namun demikian, hingga saat ini belum terdapat bukti konkret maupun sumber resmi yang dapat memverifikasi kebenaran klaim-klaim tersebut. Informasi yang beredar masih sebatas spekulasi dan belum dapat dipastikan validitasnya.
 
Menanggapi fenomena ini, Sobat Medcom diimbau untuk tetap bijak dan waspada terhadap tautan atau link yang beredar di media sosial.
 
Tidak sedikit pihak tak bertanggung jawab yang memanfaatkan momentum viral untuk menyebarkan tautan mencurigakan yang berpotensi mengandung malware maupun praktik phishing.
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ASA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA