Katon Bagaskara (Foto: Medcom.id)
Katon Bagaskara (Foto: Medcom.id)

Katon Bagaskara Terdampar di Bandara Jenewa, Ditolak Check-in Etihad karena Masalah Visa

Basuki Rachmat • 08 September 2026 10:14
Ringkasnya gini..
  • Katon Bagaskara mengaku terdampar di Bandara Jenewa setelah ditolak check-in Etihad Airways karena persoalan visa transit Abu Dhabi.
  • Katon Bagaskara meminta bantuan terkait penerbangannya setelah Etihad menolak check-in karena kekhawatiran soal visa transit di Abu Dhabi.
  • Vokalis KLa Project itu menghubungi KBRI Jenewa dan Abu Dhabi untuk mencari solusi setelah gagal terbang menuju Jakarta.
Jakarta: Vokalis grup musik KLa Project, Katon Bagaskara, mengaku terdampar di Bandara Internasional Cointrin, Jenewa, Swiss, setelah dirinya ditolak melakukan check-in oleh maskapai Etihad Airways.

Katon menyebut penolakan tersebut berkaitan dengan persoalan visa saat dirinya dijadwalkan transit di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, sebelum melanjutkan perjalanan menuju Jakarta. Situasi tersebut juga terjadi di tengah penutupan Bandara Soekarno-Hatta akibat abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Katon menceritakan kondisi yang dialaminya pada Senin, 7 September 2026. Ia mengatakan seharusnya terbang dari Jenewa menuju Abu Dhabi untuk kemudian melanjutkan penerbangan ke Jakarta.
 
"Halo guys, gue mau kasih tahu gue terdampar di Bandara Jenewa. Harusnya gue harus berangkat ke Abu Dhabi, transit di sana, baru ke Cengkareng," ungkap Katon di akun Instagram @katonbagaskara pada Senin, 7 September 2026.

Menurut Katon, pihak Etihad Airways mempertanyakan kelengkapan visa yang dibutuhkan apabila dirinya harus memasuki wilayah Abu Dhabi selama transit. Kekhawatiran tersebut membuat maskapai belum mengizinkannya melanjutkan penerbangan.

"Tapi pihak Etihad tidak mengizinkan gue berangkat karena mungkin mereka ada keraguan kalau di Abu Dhabi gue jadi ngerepotin, enggak bisa visa transit," sambungnya.

Katon mengatakan pihaknya telah berupaya menghubungi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Jenewa maupun Abu Dhabi untuk mencari solusi atas persoalan tersebut. Namun, hingga saat itu, ia mengaku masih diminta menunggu tanpa kepastian dari pihak maskapai.
"Nah, KBRI lagi dikontak-kontak. KBRI Jenewa, maupun KBRI di Abu Dhabi. Semoga ada segera solusi karena Etihad sendiri masih tetap membuang badan dan enggak kasih kabar. Kita suruh tunggu satu jam," ungkap Katon.

 

Katon Bagaskara Minta Bantuan

Situasi tersebut membuat Katon dan kru yang ikut dalam perjalanan merasa panik. Terlebih, informasi jadwal penerbangan di situs resmi maskapai disebut masih menunjukkan penerbangan berjalan sesuai jadwal.

Dalam kolom komentar unggahannya, Katon menuliskan, "di webnya tetap tertulis normal harus take off hari ini". Kondisi tersebut membuatnya semakin kebingungan karena belum mendapatkan kepastian apakah penerbangannya tetap dapat digunakan atau justru harus mencari alternatif lain.
 
Katon kemudian meminta bantuan warganet maupun pihak yang memiliki koneksi dengan Etihad Airways di Indonesia untuk membantu mencari jalan keluar dari persoalan tersebut. Ia juga mengkhawatirkan sejumlah konsekuensi lain, termasuk masa berlaku visa Swiss dan status tiket penerbangannya.

"Tolong teman-teman yang ada koneksi di Etihad Indonesia, mohon bantuannyaa ya.. Ini bagaimana ya? tiketku hangus? Visa Swiss juga harus di-extend kan perlu bukti supaya bisa dapat solusi. PLIS DONG TEMAN-TEMAN BANTUIN YA," tutup Katon Bagaskara.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ASA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA