Farida Nurhan (Foto: dok. YouTube @farida.nurhan
Farida Nurhan (Foto: dok. YouTube @farida.nurhan

Farida Nurhan Bongkar Isi Chat Restoran Besar yang Minta Review Tanpa Bayaran

Basuki Rachmat • 11 Juni 2026 23:41
Ringkasnya gini..
  • Farida Nurhan menolak tawaran review restoran besar dengan sistem barter. Menurutnya, konten kreator layak mendapat bayaran profesional.
  • Omay kritik restoran ternama yang meminta ulasan dengan storyline khusus tanpa honor. Ia menilai proses produksi konten punya biaya besar.
  • Curhatan Omay soal ajakan kerja sama tanpa bayaran viral di media sosial. Warganet ramai mendukung penghargaan bagi profesi kreator konten.
Jakarta: Konten kreator kuliner Farida Nurhan atau yang akrab disapa Omay baru-baru ini meluapkan kekesalannya setelah menerima tawaran kerja sama untuk mengulas sebuah restoran ternama di Batam tanpa mendapatkan bayaran.
 
Hal tersebut diungkapkan Omay melalui unggahan di akun Threads pribadinya pada Rabu, 10 Juni 2026. Dalam unggahan tersebut, ia membagikan tangkapan layar percakapan melalui Direct Message (DM) Instagram yang berisi ajakan dari sebuah restoran untuk membuat konten ulasan di platform TikTok maupun kanal YouTube miliknya.
 
Dari percakapan yang dibagikan, Omay menyoroti skema kerja sama yang ditawarkan karena hanya mengandalkan sistem barter tanpa kompensasi finansial. 

Menurutnya, ada perbedaan antara membantu pelaku usaha kecil (UMKM) dengan bekerja sama bersama perusahaan atau restoran besar yang telah memiliki bisnis mapan.
"Yang Omay bantu itu yang membutuhkan, yaitu UMKM kecil, orang tua yang jualan bukan nyari untung tapi buat melanjutkan hidup dan rekan-rekannya," tulis Omay di Threads.
 
Konten kreator yang dikenal lewat berbagai ulasan kuliner tersebut mengaku tidak keberatan membantu pelaku usaha mikro secara sukarela.
 
Namun, ia merasa kurang dihargai ketika restoran besar dengan jaringan usaha yang luas mengajaknya bekerja sama hanya dengan imbalan makanan gratis.
 
"Kalau perusahaan/ resto besar seperti kalian cabangnya menyebar di seluruh Indonesia, halaman + parkiran luas, restonya megah, come on lah, bukannya nggak menghargai makanan gratis, tapi nggak gitu juga, dikit2 barter," tegasnya.
 
Meski demikian, Omay menegaskan bahwa dirinya tetap menghargai bentuk apresiasi berupa jamuan makanan. Hanya saja, ia menilai proses pembuatan konten profesional tidak bisa dipandang sesederhana datang, makan, lalu mengunggah ulasan
 
Menurutnya, di balik sebuah konten terdapat proses produksi yang melibatkan ide kreatif, penyusunan konsep, pengambilan gambar, penyuntingan video, hingga biaya operasional yang tidak sedikit.
 
Omay juga menyoroti permintaan pembuatan konten yang disertai arahan konsep dan alur cerita tertentu. Baginya, hal tersebut sudah masuk dalam kategori pekerjaan profesional yang semestinya disertai kompensasi yang layak.
 
"Kalau ngundang aja masih aman, asli aman, walaupun jauh karena omay suka traveling juga, lah ini ngundang barter, pake storyline juga, sudah kayak kerja aja dong!!! Iming2 nya makan gratis, gue jitak loh!!," tutupnya dengan nada tegas.
Unggahan tersebut pun kemudian memicu beragam tanggapan dari warganet. Sebagian mendukung pandangan Omay bahwa profesi konten kreator juga memiliki nilai kerja yang patut dihargai secara profesional, terutama ketika kolaborasi melibatkan perusahaan atau brand berskala besar. 
 

 
 
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA