Indra mengaku senang bisa kembali berinteraksi dengan anak-anak melalui program yang memadukan edukasi dan hiburan. Baginya, Juara Kelas Indonesia mengingatkan pada tayangan cerdas cermat yang pernah menemani masa kecil banyak orang, tetapi dikemas dengan konsep lebih interaktif.
"Ini menjadi kembali lagi mengingatkan zaman kita dulu kecil nontonnya cerdas cermat. Nah sekarang itu mirip-mirip seperti itu tapi ini lebih seru karena aku bawain acaranya," kata Indra Bekti di Jakarta.
Dia berharap program tersebut dapat menjadi tontonan yang menghibur sekaligus memberikan manfaat bagi penonton. Perpaduan tantangan, ketegangan, dan unsur pendidikan menjadi daya tarik yang ingin dihadirkan dalam setiap episode.
Baca Juga :
Berteman Akrab Puluhan Tahun dengan Luna Maya, Indra Bekti Tak Diundang ke Acara Nikahan
"Tapi ini pastinya tentunya ada edukasinya terus juga tentunya ada entertainment-nya juga jadi dikemas dengan sedemikian indahnya nanti dan dengan ketegangan-ketegangan yang ada dengan keseruan-keseruan yang ada pastinya ini akan menjadi tontonan yang bermutu untuk kita semua," lanjutnya.
Kembalinya Indra ke dunia acara anak-anak juga mengingatkannya pada pengalaman bekerja bersama Agnez Mo. Dia merasa memiliki kedekatan dengan anak-anak karena pernah menjalani peran serupa pada awal perjalanan kariernya di dunia hiburan.
"Jadi aku dengan anak-anak cukup dekat ya, kan dulu waktu itu acara anak-anak juga sama Agnez Monica juga. Jadi sekarang kembali lagi bekerja sama dengan Mas Untung lagi, ya Allah seneng banget," ucap Indra Bekti.
Di balik kesibukannya sebagai pembawa acara, Indra juga mengenang perjalanan pendidikan saat masih duduk di bangku sekolah dasar. Dia mengaku bukan termasuk siswa yang menonjol secara akademik dan pernah mendapatkan nilai merah di rapor.
"Dulu sih aku waktu masih kecil dulu secara akademis biasa-biasa saja. Secara nilai rapor juga biasa-biasa saja, sempat dapat nilai merah juga," ungkap Indra Bekti.
Meski prestasi akademiknya terbilang biasa, Indra mengaku sudah memiliki cita-cita yang berbeda dari kebanyakan teman seusianya. Ketika anak-anak lain ingin menjadi pilot atau insinyur, dia justru mantap ingin berkarier sebagai artis.
"Yang lain pada mau jadi pilot kek, mau jadi apa misalnya insinyur gitu ya, aku bilang mau jadi artis gitu ya. Dari kecil emang udah, jadi berani tampil gitu," kata Indra Bekti.
"Jadi malah ikutannya lebih ke seni gitu ya. Ternyata aku sering banyak sering diajak-ajak, dilibatkan untuk lebih ke acara seni gitu," sambungnya.
Acara Juara Kelas Indonesia sendiri mengusung tiga pilar utama, yaitu literasi, numerasi, dan pendidikan karakter. Ketiganya dikemas melalui permainan serta tantangan interaktif yang dirancang untuk menguji kemampuan peserta dalam suasana kompetisi yang menyenangkan.
Program ini diikuti siswa kelas 5 sekolah dasar dari berbagai wilayah di Indonesia, baik sekolah negeri maupun swasta. Setiap sekolah mengirimkan satu tim yang terdiri dari tiga siswa untuk berkompetisi dan mewakili sekolah masing-masing.
Selain menguji pengetahuan, kompetisi tersebut juga mendorong peserta mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kerja sama tim, serta karakter positif. Melalui berbagai tahapan tantangan dan sistem eliminasi, para siswa diharapkan mendapatkan pengalaman belajar yang berbeda dari kegiatan belajar di kelas.
Direktur Operasional Garuda TV, Untung Pranoto, menjelaskan bahwa peserta akan melewati rangkaian kegiatan mulai dari seleksi regional hingga pendampingan sebelum menghadapi kompetisi utama.
"Rangkaian Juara Kelas Indonesia meliputi seleksi regional bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), dilanjutkan dengan kedatangan peserta terpilih ke Jakarta dan masa karantina, serta berbagai kegiatan pendampingan seperti study tour dan mentoring sebelum para peserta mengikuti rangkaian tantangan Juara Kelas Indonesia," ucap Untung Pranoto.