Fenomena ini bermula saat akun TikTok dengan nama pengguna @fefeq60 membagikan sebuah unggahan. Dalam video tersebut, terlihat seorang wanita mengenakan kerudung hitam dan jaket hoodie.
Wanita tersebut tampak sedang berbicara, namun warganet tidak dapat mendengar suaranya karena tertutup oleh latar musik.
“Day 1 ngonten cukur kumis,” tulis akun TikTok @fefeq60 dalam keterangannya.
Penyebab Video Cukur Kumis Viral di Media Sosial
Ada beberapa faktor yang menyebabkan konten ini meledak di internet. Faktor utamanya adalah tingginya rasa penasaran warganet karena pengunggah tidak menampilkan isi video secara utuh.Selain itu, penggunaan latar musik (sound) yang sedang tren turut mendongkrak popularitasnya. Diketahui bahwa musik latar tersebut telah digunakan di lebih dari 1,2 juta video di TikTok. Penggunaan tagar strategis juga memperluas jangkauan konten tersebut.
“#dayinmylife #hijab #viral” tagar yang digunakan dalam keterangan unggahan.
Banyaknya pengguna lain yang membagikan ulang video ini membuat interaksi semakin tinggi. Hingga saat ini, video tersebut telah disukai lebih dari 139 ribu pengguna dengan total 4,2 juta tayangan.
Apa Isi Video Cukur Kumis Viral?
Dalam video berdurasi 11 detik tersebut, awalnya terlihat seorang wanita berbicara di depan kamera. Kemudian, klip berpindah menampilkan bagian kepala saja.Kuat dugaan bahwa video viral ini merupakan potongan klip yang disambung, sehingga besar kemungkinan terdapat versi durasi panjangnya. Namun, hingga kini isi lengkap dari konten tersebut belum bisa dipastikan kebenarannya.
Link Video Cukur Kumis Viral
Seiring dengan populernya tren ini, banyak pihak yang mengaku memiliki tautan atau link video cukur kumis versi lengkap. Sobat Medcom perlu berhati-hati agar tidak menjadi korban phishing.Phishing adalah modus penipuan online untuk mencuri data sensitif seperti username, kata sandi, PIN, hingga informasi kartu kredit melalui tautan palsu. Salah satu ciri tautan phishing adalah alamat domain yang terlihat mirip dengan situs asli namun menggunakan domain gratisan atau tautan yang disingkat (shortlink).
Untuk mencegah hal yang tidak diinginkan, berikut langkah aman yang bisa dilakukan:
- Jangan mengeklik tautan yang mencurigakan.
- Selalu periksa keaslian URL sebelum memasukkan data.
- Aktifkan Two-Factor Authentication (2FA) pada semua akun media sosial.
Jika Sobat Medcom terlanjur mengeklik dan memasukkan data pribadi, segera ganti kata sandi akun yang bersangkutan untuk menghindari penyalahgunaan data.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News