Roby Tremonti (Foto: Instagram @robytremonti)
Roby Tremonti (Foto: Instagram @robytremonti)

Alasan Roby Tremonti Tak Pernah Unggah Foto Pernikahan dengan Aurélie Moeremans

Agustinus Shindu Alpito • 14 Januari 2026 22:37
Jakarta: Nama Roby Tremonti sedang menjadi sorotan usai reaksinya pascaperilisan memoar Broken Strings karya Aurelie Moeremans. Ia merasa tersindir bahwa karakter “Bobby” di buku itu mirip sekali dengannya.
 
Salah satu poin dari memoar Broken Strings adalah pernikahan antara Aurélie dan Bobby yang terpaut 15 tahun. Mengetahui hal ini, Roby Tremonti ikut mengungkap pengalaman masa lalu tersebut dari sudut pandangnya. 
 
Ia juga memiliki alasan tersendiri merahasiakan pernikahannya dengan Aurélie dari publik. Roby mengaku tak ingin menimbulkan konflik lain dan membiarkan sang mantan menjalani kehidupan barunya. 
 
"Saya tidak mau berkonflik. Saya tidak mau mengurus urusan dia yang memang sudah nggak mau sama saya. Itu urusan kehidupan dia," ucap Roby Tremonti, Selasa (13/1). 

Meski berdasarkan pengalaman nyata, aktris tersebut menyamarkan semua nama pihak yang terlibat. Aurélie Moeremans juga tak pernah menyebut nama Roby Tremonti secara gamblang dalam bukunya. Namun, netizen menilai sikap Roby sebagai “kebakaran jenggot.”  
 
Kemudian, Roby masih yakin bahwa pernikahannya dengan Aurélie Moeremans tidak pernah dibatalkan. Diketahui kalau mereka menikah di sebuah Gereja Katolik daerah Bogor, Jawa Barat pada tahun 2011.
 
"Saya tidak peduli. Benar jawabannya, saya benar-benar tidak mau. Kalau menurut dia sudah dapat (surat), ya silakan. Bisa menikah, ya, silakan. Saya benar-benar tidak mau menyinggung pihak dia. Dia mau punya pasangan baru dan menikah dan syaratnya memenuhi, silakan," tegas Roby Tremonti.  
 
Sebelumnya, Roby Tremonti sempat mengunggah konten bertema hukum melalui Instagram pribadinya. Ia membagikan tangkapan layar berisi penjelasan mengenai risiko pidana atas tuduhan dan pencemaran nama baik yang menggunakan nama samaran.
 
Unggahan itu menyebut sejumlah pasal hukum seperti KUHP Pasal 310 ayat (2) tentang pencemaran nama baik tertulis, Pasal 311 tentang fitnah, serta Pasal 27A UU ITE terkait penyebaran konten melalui media digital.
 
Aurélie Moeremans juga memberikan klarifikasi bahwa buku Broken Strings dirilis bukan untuk menyerang pihak mana pun. Buku ini ditulis murni untuk membagikan pengalaman hidup dan membantu orang lain yang mungkin mengalami kejadian serupa.
 
Aurelie pun menegaskan tidak pernah berniat membuat salah satu tokoh di bukunya menjadi bahan perbincangan negatif.
 
“Kalau kemudian ada satu tokoh yang jadi ramai dibicarakan karena sibuk melakukan klarifikasi sendiri, merasa tersindir, bahkan melontarkan ancaman, itu sepenuhnya datang dari respons pihak tersebut, bukan dari niat penulisan aku,” tulis Aurelie melalui akun Instagram @aurelie.
 
(Nyimas Ratu Intan Harleysha)
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ASA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA