Dmasiv (Foto: Instagram @dmasiv)
Dmasiv (Foto: Instagram @dmasiv)

RANS Bantah Kerja Sama dengan D'MASIV Berakhir, Bagaimana Nasib Dana IPO?

Agustinus Shindu Alpito • 08 November 2026 10:46
Ringkasnya gini..
  • RANS membantah kerja sama dengan D'MASIV berakhir dan menyebut belum ada perubahan kerja sama secara formal.
  • Dana IPO yang belum direalisasikan masih mengacu pada prospektus, sementara penerimaan dan pengeluaran konser direkonsiliasi.
  • Saham RANS ditutup di Rp89 pada 6 November 2026, turun 50% dalam sebulan.

Jakarta: PT RANS Entertainment Indonesia Tbk (RANS) membantah kabar berakhirnya kerja sama dengan grup musik D'MASIV dalam penyelenggaraan tur konser Asia. Di tengah polemik tersebut, perusahaan juga memberikan penjelasan mengenai penggunaan dana hasil penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) yang dialokasikan untuk penyelenggaraan konser.

Corporate Secretary RANS, Chintami Maranata Sihombing, menyampaikan klarifikasi melalui keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat, 6 November 2026.

Chintami menegaskan hingga saat ini belum ada perubahan kerja sama antara para pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan tur konser tersebut.

"Sampai dengan saat ini belum ada perubahan kerjasama antara para pihak yang terlibat dalam tur konser tersebut," ujar Chintami.

Pernyataan tersebut muncul setelah D'MASIV sebelumnya mengumumkan tidak lagi terafiliasi dengan RANS untuk pengelolaan tur Asia Asia Home Run. Band tersebut menyebut Antara Suara telah mengambil alih posisi promotor.

RANS Masih Rekonsiliasi Penerimaan dan Pengeluaran Konser

RANS menjelaskan kerja sama penyelenggaraan konser D'MASIV didasarkan pada Term Sheet Kerja Sama Penyelenggaraan Event Konser D'MASIV yang ditandatangani pada 4 Mei 2026. Dokumen tersebut memiliki jangka waktu enam bulan sejak tanggal penandatanganan.

 

Terkait hak dan kewajiban masing-masing pihak, perusahaan mengaku masih melakukan rekonsiliasi atas pelaksanaan kegiatan.

Proses tersebut mencakup penerimaan, pengeluaran, pembagian hasil, serta berbagai aspek lain yang berkaitan dengan penyelenggaraan konser.

RANS juga menyatakan realisasi pengeluaran dan komitmen biaya terkait kegiatan telah dicatat dalam pembukuan perusahaan. Namun, pencatatan tersebut masih menjalani proses verifikasi dan rekonsiliasi.

Bagaimana Nasib Dana IPO RANS?

Persoalan kerja sama dengan D'MASIV turut menjadi perhatian karena berkaitan dengan rencana penggunaan dana hasil IPO RANS.

Dalam prospektus, dana IPO tersebut dialokasikan untuk kebutuhan operasional atau operational expenditure penyelenggaraan konser musik.

Menanggapi pertanyaan mengenai penggunaan dana tersebut, manajemen RANS menyatakan dana yang belum direalisasikan masih mengacu pada rencana penggunaan dana sebagaimana tercantum dalam prospektus.

"Penggunaan dana yang belum direalisasikan sampai saat ini masih mengacu pada rencana penggunaan dana sebagaimana tercantum dalam prospektus, dengan memperhatikan hasil evaluasi perusahaan serta ketentuan pasar modal yang berlaku," jelas Chintami.

Perusahaan juga menyebut akan terus mengevaluasi seluruh bentuk kerja sama dan penyelenggaraan kegiatan sebagai bagian dari upaya mitigasi risiko.

Meski demikian, RANS belum mengungkapkan estimasi besaran dampak finansial yang mungkin timbul dari persoalan tersebut. Proses rekonsiliasi atas penerimaan, pengeluaran, dan pembagian hasil kegiatan masih berlangsung.

Saham RANS Anjlok 50% dalam Sebulan

Di tengah polemik kerja sama dengan D'MASIV, saham RANS juga mengalami tekanan di pasar modal.

Berdasarkan data perdagangan pada Jumat, 6 November 2026, saham RANS ditutup melemah 6,32% ke level Rp89 per saham.

Dalam periode lima hari perdagangan, saham RANS tercatat turun 11,88%. Sementara dalam kurun waktu satu bulan, penurunannya mencapai 50%.

Manajemen RANS menyatakan tidak terdapat informasi atau fakta material lainnya yang belum disampaikan kepada publik dan berpotensi memengaruhi harga efek maupun kelangsungan usaha perseroan.

Perusahaan menegaskan seluruh informasi material telah disampaikan sesuai dengan ketentuan keterbukaan informasi yang berlaku di pasar modal.

(Annisa Julinah)



Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ASA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA