Wendi Cagur (Foto: Instagram/revtiayunatasya)
Wendi Cagur (Foto: Instagram/revtiayunatasya)

Wendi Cagur Ikut Bersuara soal Karhutla

Rafi Alvirtyantoro • 20 Oktober 2026 10:32
Ringkasnya gini..
  • Komedian Wendi Cagur mengungkapkan keresahannya usai jangkauan unggahan terkait bencana karhutla di akun Instagram miliknya dibatasi.
  • Wendi menyentil fenomena pembatasan isu sosial ini dan membandingkannya dengan maraknya konten judi serta pinjaman online yang masih bebas beredar.
  • Di sisi lain, Kementerian Kehutanan mencatat penurunan jumlah hotspot nasional menjadi 270 titik dengan Kalimantan Tengah masih mengalami peningkatan.
Jakarta: Komedian Wendi Cagur menyampaikan keresahannya terkait pembatasan unggahan mengenai kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di platform Instagram.
 

Pembatasan Akses Unggahan


Dalam unggahan terbarunya, Wendi Cagur mengungkapkan bahwa akses pengguna lain untuk melihat konten yang ia bagikan sangat dibatasi. Hal tersebut baru ia sadari belakangan ini.

“Semenjak gue speak up tentang karhutla kemaren, gue baru sadar ternyata perlahan akses orang lain melihat apa yang gue repost di instastory gue ternyata sangat sangat dibatasi. Edaaaaan. Hahahahahaha..” tulis Wendy Cagur dalam keterangan unggahannya.

Menurutnya, unggahan mengenai karhutla merupakan salah satu bentuk penyampaian aspirasi atas kondisi yang ia khawatirkan.

“Padahal kan gue cuma menyampaikan apa yang menjadi keresahan gue. Cuma bersuara kecil tentang kondisi yang jadi concern gue,” tulis Wendy.  
Wendi pun mengimbau publik untuk tetap menyuarakan perhatian mereka terhadap isu karhutla hingga masalah tersebut teratasi.

“Buat teman-teman yang lain jangan berhenti bersuara yah. Minimal sampai bencana ini beneran selesai ditangani. Fighting!!!” tulis Wendy.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Wendi Cagur (@wendicagur)


   

Kondisi Karhutla Berdasarkan Data Kementerian Kehutanan


Berdasarkan pemantauan sistem SiPongi milik Kementerian Kehutanan hingga Sabtu, 17 Oktober 2026 pukul 21.00 WIB, terdeteksi 270 titik panas (hotspot) secara nasional dengan tingkat kepercayaan tinggi (high confidence). Jumlah tersebut menurun sebanyak 84 titik dibandingkan hari sebelumnya yang mencatat 354 hotspot.

Kendati demikian, Kementerian Kehutanan menegaskan bahwa kondisi di setiap wilayah berbeda. Kalimantan Tengah kembali mencatat peningkatan hotspot, sehingga operasi penanganan di lapangan tetap dijalankan secara optimal.

Hotspot merupakan indikasi anomali suhu permukaan yang terdeteksi melalui satelit NASA Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20. Satu titik kebakaran dapat terdeteksi menjadi beberapa hotspot. Oleh karena itu, jumlah hotspot tidak bisa serta-merta disamakan dengan jumlah kejadian kebakaran maupun luas areal yang terbakar. Seluruh indikasi tersebut tetap membutuhkan verifikasi serta pengecekan langsung (groundcheck) di lapangan.
 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA