Dukungan itu disampaikan Amy melalui unggahan di akun Instagram pribadinya pada Minggu, 1 November 2026. Ia membagikan foto lawas bersama Raffi saat masih kecil yang disertai pesan berisi doa dan dukungan untuk sang putra.
Dalam keterangannya, Amy menyinggung situasi sulit yang tengah dihadapi Raffi. Ia menyebut berbagai fitnah, kebencian, dan tuduhan yang belakangan ditujukan kepada putranya. Sebagai seorang ibu, Amy menegaskan akan selalu hadir untuk menguatkan Raffi dalam menghadapi situasi tersebut.
“Tidak ada doa yang lebih tulus daripada doa seorang ibu untuk anaknya. Dalam keadaan apa pun, ketika dunia terasa begitu berat, ketika fitnah, kebencian, dan tuduhan datang silih berganti, Ibuu akan selalu berdiri untuk menguatkan anaknya,” tulis Amy Qanita di Instagram, dikutip Medcom.id pada Senin, 2 November 2026.
Amy juga menyampaikan doa agar Raffi senantiasa mendapat perlindungan dan kekuatan dalam menghadapi berbagai ujian. Ia mengaku tidak selalu bisa menghentikan perkataan yang menyakitkan putranya, tetapi percaya bahwa doa seorang ibu dapat menjadi bentuk perlindungan tersendiri.
“Ya Allah, jagalah anakku dari segala keburukan, lindungilah dari fitnah dan kezaliman, kuatkan hatinya dalam setiap ujian, dan jangan biarkan kebencian manusia memadamkan kebaikan dalam dirinya,” lanjutnya.
Menurut Amy, seorang ibu mungkin tidak selalu bisa melindungi anaknya secara langsung. Namun, ia akan terus menitipkan keselamatan sang putra melalui doa.
“Karena seorang Ibu tidak selalu bisa melindungi anaknya dengan kedua tangannya, tetapi Mama akan selalu menitipkan anaknya dalam penjagaan Allah melalui setiap doanya,” ungkap Amy.
Amy pun menegaskan keyakinannya bahwa kebenaran pada akhirnya akan diketahui, meski berbagai tudingan terus bermunculan.
“Biarlah manusia berkata apa saja, karena seorang ibu percaya, Allah Maha Mengetahui kebenaran yang sesungguhnya,” tutupnya.
Raffi Ahmad Beri Klarifikasi
Seruan boikot terhadap RANS Carnival muncul setelah Raffi Ahmad, yang kini menjabat sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, terlihat menghadiri deklarasi Sumpah Pemuda di kawasan Bundaran HI, Jakarta, pada 29 Oktober 2026.
Kehadiran Raffi dalam acara tersebut menuai sorotan karena deklarasi itu diduga melibatkan mahasiswa bayaran untuk meramaikan kegiatan. Acara tersebut berlangsung sehari setelah Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bersama aliansi mahasiswa yang tergabung dalam Komite Selamatkan Daulat Rakyat (SADAR) dan sejumlah elemen masyarakat sipil menggelar demonstrasi di lokasi yang sama pada 28 Oktober 2026.
Dampak seruan boikot turut dirasakan dalam penyelenggaraan RANS Carnival di Sleman. Acara tersebut dilaporkan sepi penonton dan sejumlah penampil utama dikabarkan mengundurkan diri. Raffi kemudian memberikan klarifikasi melalui akun Instagram pribadinya pada Minggu, 1 November 2026.
Dalam video klarifikasinya, Raffi menjelaskan bahwa kehadirannya dalam deklarasi Sumpah Pemuda hanya sebagai undangan. Ia juga membantah terlibat dalam perencanaan maupun penyusunan acara, termasuk menentukan pihak-pihak yang hadir.
"Assalamualaikum Wr Wb, Selamat malam, izinkan saya untuk meluruskan informasi yang sedang berkembang di media sosial saat ini. Saya hadir dalam kegiatan deklarasi Sumpah Pemuda kemarin sebagai undangan yang informasinya baru saya terima pada malam sebelum acara," tulis Raffi Ahmad.
Raffi juga menyampaikan bahwa dirinya menghormati aksi demonstrasi yang dilakukan mahasiswa pada 28 Oktober 2026. Ia menilai penyampaian pendapat merupakan hak masyarakat dan suara mahasiswa perlu mendapat ruang.
"Saya menghormati teman-teman yang menyampaikan aspirasi pada 28 Oktober 2026. Menyampaikan pendapat adalah hak, dan suara mahasiswa itu penting. Saya selalu terbuka terhadap kritik dan masukan, tentunya kritik yang didasarkan pada fakta, bukan tuduhan atau fitnah dari dugaan yang tidak benar, terlebih jika menyangkut keluarga," kata Raffi.
Menutup klarifikasinya, Raffi mengajak masyarakat untuk memeriksa kebenaran informasi sebelum mengambil kesimpulan atau menyebarkannya ke ruang publik.
"Mari memastikan kebenaran informasi sebelum menyimpulkan atau menyebarkannya. Mohon maaf dan terima kasih atas perhatiannya. Semoga kita semua selalu dijaga dalam kebaikan," tutupnya.
Baca Juga :