Berdasarkan laporan Los Angeles Times, mantan staf berusia 28 tahun itu mengaku mengalami keguguran pada Februari 2025 setelah bekerja berjam-jam dengan beban tugas yang berat. Dalam tuntutan tersebut, perusahaan manajemen bisnis Tri Star ikut tergugat.
“Status selebriti tidak membebaskan siapa pun dari undang-undang ketenagakerjaan California. Kami menantikan kesempatan untuk memaparkan bukti-bukti di pengadilan dan membiarkan fakta-fakta tersebut berbicara sendiri,” ucap kuasa hukum penggugat, Della Shaker kepada Times.
Kronologi Insiden Keguguran
Gugatan juga mencatat kalau ia mulai bekerja sebagai koki pribadi untuk Jenner pada bulan November 2024. Sebulan kemudian, ia mengajukan permohonan penyesuaian kondisi kerja karena saat itu sedang hamil tiga bulan.Namun, pada Malam Tahun Baru, ia mengaku tetap diminta mengangkat dan membawa bahan makanan yang berat tanpa bantuan. Ia juga harus bolak-balik menyeberang jalan dan melewati tanjakan sebelum akhirnya mengeluhkan pusing serta sesak napas.
Seorang petugas keamanan kemudian memberinya air dan membantu kondisinya.
Pada awal Februari lalu, mantan koki tersebut menuding bahwa ia tidak diberikan “dukungan yang memadai” saat bekerja di pesta ulang tahun anak Jenner di Palm Springs, California.
Dalam gugatan itu disebutkan bahwa ia mengalami tekanan emosional akibat beban kerja yang berat. Pada malam harinya, kondisinya memburuk karena kelelahan fisik setelah bekerja dalam waktu yang panjang.
Keesokan paginya, sang penggugat mengalami pendarahan dan langsung dilarikan ke Unit Gawat Darurat (UGD). Pihak rumah sakit menetapkan bahwa ia telah kehilangan janinnya.
Bukan Gugatan Pertama Kylie Jenner
Ini bukan kali pertama Kylie Jenner dituntut oleh mantan stafnya. Pada bulan April lalu, dua gugatan dilayangkan kepadanya oleh para pekerja rumah tangga.Mantan pekerja rumah tangga pertama, Angelica Hernandez Vasquez, mengajukan gugatan yang menyatakan bahwa ia merasa “dimusuhi dan dikucilkan” oleh rekan-rekan kerjanya di rumah Jenner di Los Angeles.
Vasquez, yang bekerja sejak September 2024 hingga Agustus 2025, juga menilai rumah tersebut merupakan lingkungan kerja yang tidak sehat dan penuh perlakuan semena-mena.
Kemudian, Juana Delgado Soto juga mengajukan tuntutan terpisah terhadap ibu dua anak itu. Beberapa di antaranya adalah tuduhan diskriminasi rasial, pelecehan, tidak membayarkan upah, kegagalan mencegah atau menangani pelecehan dan diskriminasi, dan lain-lain.
(Nyimas Ratu Intan Harleysha)
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda